Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Setelah putusan MK dibacakan, Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi, yang berasal dari Fraksi PDI Perjuangan, Rojab Asy'ari, menurunkan foto Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di ruang kerjanya.

Sebelumnya, PDIP Jabar menegaskan jika aksi Rojab adalah sikap personal. Kita bahas dengan politisi PDI-P Andreas Hugo Pareira dan Ketua Umum Gibranisti Taufik Bilfaqih.

#ijazahgibran #gibran #MK

Baca Juga Kasus Penyakit ISPA Akibat Karhutla Tembus 7.034 Kasus | KOMPAS MALAM di https://www.kompas.tv/regional/694963/kasus-penyakit-ispa-akibat-karhutla-tembus-7-034-kasus-kompas-malam



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/694966/full-politisi-pdip-ketua-umum-gibranisti-soroti-wakil-ketua-dprd-sukabumi-turunkan-foto-gibran
Transkrip
00:00Setelah putusan MK dibacakan, Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi yang berasal dari fraksi PDI Perjuangar.
00:06Rojab Asyari menurunkan foto Wakil Presiden Gibran Akebuming di ruang kerjanya.
00:11Sebelumnya PDIP Jabar menegaskan jika aksi Rojab adalah sikap personal.
00:16Kita bahas dengan politisi PDIP, Andreas Hugo Parera dan Ketua Umum Gibranistik, Taufik Bilfakih.
00:23Selamat petang, Bang Hugo. Selamat petang, Bang Taufik.
00:27Selamat petang. Halo, selamat petang, Bang Andreas.
00:31Ya, saya ke Bang Andreas dulu kalau gitu.
00:33Bang Andreas, ini kan kita lihat Wakil Ketua DPRD Sukabumi yang juga kader PDP turunin fotonya Mas Gibran.
00:40Jadi sebenarnya benar-benar sikap pribadi atau sebenarnya sikap partai?
00:49Jadi pertanyaan ini dari pagi tadi saya ditanya soal ini juga.
00:54Saya bilang ini kawan ini dia melihat bahwa apa yang diputuskan oleh MK kemarin itu itu sungguh hukum yang benar.
01:07Dan banyak kayak saya kira semua mengapresiasi termasuk teman-teman ya Pak Taufik.
01:14Mereka kan kita lihat bahwa keputusan MK ini benar.
01:17Apa bahwa hal yang tidak bisa dibuktikan di proses di MK dan itu sudah diputuskan.
01:25Nah, ini adalah keputusan hukum.
01:29Dan ini adalah negara hukum.
01:30Dan seharusnya ya kalau kita negara hukum kita taat pada hukum ini kan.
01:34Nah, oleh karena itu ya apa yang dilakukan oleh kawan ini adalah keberanian moral.
01:40Dia untuk ya menindaklanjuti apa yang sudah diputuskan oleh MK.
01:46Ya, salut sama kawan ini.
01:49Dia berani mengambil sikap.
01:52Dan sikap dia dia bilang sementara sampai tunggu ada fakta hukum lain.
01:57Jadi ini benar bukan instruksi dari DPP ya Bang?
02:00Kenapa?
02:01Bukan instruksi dari DPP?
02:03Tidak ada, belum ada instruksi dari DPP.
02:05Tidak ada, tapi secara substansif Anda menyetujui sikap dari kader PDIP?
02:10Saya melihat itu keberanian moral dari kawan Rojab ini di Sukabumi.
02:17Dan itu seharusnya sebagai bangsa.
02:19Oke.
02:20Kita melihat bahwa keberanian moral seperti ini, ini harus kita dukung.
02:26Oke, baik.
02:27Coba saya ke Bang Bil.
02:28Bang Bil, Anda sendiri melihat apa yang dilakukan oleh kader PDIP adalah bentuk sikap personal atau sebenarnya Anda juga membaca
02:34bahwa ini merupakan sikap dari partai PDIP?
02:38Kalau saya melihat bukan cuma masalah sikap partai atau personal, tapi justru kita sangat prihatin melihat bahwa ternyata kualitas anggota
02:47DPR kita ya seperti itu gitu.
02:49Saya melihat justru ada tindakan provokatif di sana, ada tindakan yang agak kampungan, bahkan juga tidak mencerminkan sebagai pejabat publik
02:58yang seharusnya menentramkan suasana.
03:00Provokatif kampungan, Bang, saya potong. Provokatif kampungan Anda bilang. Maksudnya apa? Gimana?
03:07Oh iya, ini reaksioner karena beliau itu tidak menurunkan di kantor DPDPDI atau di kantor PDI atau tidak di rumahnya.
03:16Tapi itu di kantor yang milik pejabat publik, milik negara.
03:20Ada pelanggaran kode etik di sana dan tidak ada penghormatan terhadap kelembagaan negara.
03:25Dan benar yang disampaikan pembina kami bahwa ini adalah miskinnya pengetahuan dan literasi hukum dari pejabat publik kita ketika kemudian
03:33Mahkamah Konstitusi tidak pernah membuat putusan bahwa Gibran itu cacat administrasi atau Gibran itu tidak sesuai dengan prosedur.
03:41Yang disampaikan oleh Mahkamah justru hanya menyampaikan bahwa tidak ditemukan dan ini fakta bahwa ternyata Mahkamah itu elegan menurut saya
03:51gitu.
03:51Apalagi kan bukan Gibrannya yang diundang ke Mahkamah untuk mempertanggungjawabkan.
03:55Artinya seharusnya kalau kita baca pertimbangan hukum itu, itu bentuk bahwa Mahkamah masih menghormati ada jalur lain untuk menentukan keapsahan
04:04dan kepatutan bahwa calon presiden itu apakah dia sesuai dengan mekanisme atau tidak.
04:10Jadi saya kira sikap dari teman-teman, aku nggak bilang PDI ya, kalau PDI silahkan.
04:15Tapi saya mau bilang...
04:15Tapi kan kita lagi bahas sikap PDIP, jadi anda sebenarnya mau ke sana kan?
04:20Iya, tapi kebetulan sama teman-teman anggota DPR, Pak Andreas saya rasa juga perlu koordinasi lagi untuk kemudian mendidik teman
04:27-teman yang menjadi pejabat publik.
04:29Kalau jawaban yang biasa itu kritik yang bagus, tapi kalau anggota DPR kan ada mekanisme kalau mau memberikan kritik.
04:34Saya ke Bang Andreas kalau gitu.
04:36Bang Andreas, barusan Bang Bil mengatakan ada sikap yang kampungan, pemahamannya kurang atas putusan MK.
04:43Jawaban anda?
04:44Ya kadang-kadang kita perlu ada suara dari kampung yang berani seperti ini.
04:49Itu menunjukkan bagaimana rakyat, sikap rakyat di bawah.
04:52Kampung nggak masalah Bang, kampungannya itu yang bermasalah.
04:55Iya.
04:55Pejabat publik soalnya.
04:56Dia dari kampung tapi tidak kampungan, itu yang penting.
04:59Sikap itu sikap kampungan bagi seorang pejabat publik Bang.
05:03Kalau warga kampung biasa kita akan maklumi.
05:05Pejabat publik itu yang sangat repot menurut kami.
05:07Tidak apa-apa. Ini adalah keberanian moral dari seseorang yang mempunyai jabatan publik.
05:15Sulit membedakan antara keberanian dan juga kerendahan berpikir sebagai pejabat publik Bang.
05:20Itu yang sangat kami sayangkan.
05:22Dan penting untuk sekarang.
05:24Bang, itu dia digaji oleh rakyat dan kantor itu kantornya rakyat yang seharusnya dia tunjukkan sikap yang elegan.
05:31Bukan dengan cara-cara kekanak-kanakan Bang.
05:32Uang itu sudah diberikan oleh MK dan keputusan MK kemarin.
05:37Apa putusannya MK Bang? Apakah Gibran itu cacat moral? Apakah Gibran itu tidak memuli syarat?
05:42Abang boleh jelaskan?
05:44Kita tidak perlu berdebat soal itu gitu.
05:47Harus diberikan, jangan menyesatkan publik. Jadi abang harus tegaskan putusannya itu apa?
05:52Itu sudah jelas. Kemarin sudah jelas keputusan itu.
05:55Apa yang jelas Bang?
05:56Sekarang kita tinggal menunggu bagaimana publik melihat persoalan-persoalan yang terjadi di dalam kemarin.
06:04Saya sebenarnya kemarin ketika proses DMK itu berjalan, saya pikir lebih baik kawan ini mundur aja gitu.
06:12Mundur saja?
06:13Mundur kenapa? Karena dengan pembuktian seperti itu masuk di dalam wilayah pembuktian.
06:20Situasi yang kita lihat, ini kasihan juga gitu kawan ini.
06:24Apa yang terbukti dari Bapak Gibran itu tidak memuli syarat Bang?
06:27Kalau nanti kemudian ada hal yang kemudian sampai kepada impeachment, aduh sangat apa ya.
06:35Sebagai bangsa, saya terus terang malu mau bicara seperti ini.
06:40Jadi sebenarnya Bang Andres, kalau saya potong, Bang Andres sebenarnya sikap dari partai, terutama yang ada di Senayan seperti apa?
06:48Karena kan ini ada haknya di DPR.
06:52Kita lihat sebagai bangsa, kita malu dengan persoalan orang di MK berdebat soal...
06:59Ya malu karena abang dan teman-teman tidak punya pemahaman secara komprehensif.
07:04Saya ditanya dari mana-mana, dari luar negeri ke masa kawan-kawan.
07:07Justru luar negeri mempermalukan, menertawakan apa yang selama ini terjadi gara-gara ada kegagalan berpikir.
07:14Itu di MK loh. MK itu Pembangun Negara.
07:18Dan MK tidak mengatakan bahwa Gibran itu terbukti bersalah.
07:24Dan putusan MK itu tidak memperlihatkan bahwa Gibran itu tidak lulus.
07:29Saya pikir, Mas Taufik ini lebih pantas dari Wakil Presiden.
07:33Dia pintar ini anak.
07:34Bukan soal itu Bang. Artinya kita jangan sesatkan publik.
07:38Artinya ini terlepas dari abang kurang berkenan dengan eksistensi Mas Gibran.
07:42Atau teman-teman PDIP sudah tidak nyaman dengan Pak Jokowi dan keluarganya.
07:46Tapi, kita jangan sesatkan publik.
07:48Bang Andres.
07:50Tapi sebenarnya melihat dari putusan MK, dia kan mengatakan bahwa memang tidak menemukan bukti atas kelulusan seorang Gibran.
08:00Ijasahnya.
08:01Nah, jadi sebenarnya sikap dari PDIP secara to the point, dorongnya apa?
08:06Karena MK sudah bilang itu bukan wilayahnya.
08:09Nah, kita tahu setelah itu ada bola panasnya di siapa? DPR, Toh?
08:14Tidak ada bola panas, bola dingin.
08:16Ini kita bicara soal ini, kita bicara soal tanggung jawab moral kita sebagai bangsa.
08:22Oke.
08:22Kita melihat persoalan ini gitu.
08:24Oke, persingkat saja bang.
08:26Secara tanggung jawab moral bangsa, PDIP maunya apa bang?
08:30Itu sudah dimulai oleh kawan dari kawan Rojok tadi gitu.
08:33Bahwa dia bertanggung jawab moral.
08:34Terlalu rendah sekali kalau cara bersikap negarawan apalagi pejabat publik.
08:38Dia lebih cepat terus jadi wapres daripada harus mempertahankan.
08:41Ini bukan soal itu bang.
08:43Bang, jangan sesatkan publik kita dengan cara berpikir yang sangat kekanakan-kanakan.
08:47Dan ingat, di Mahkamah Konstitusi kemarin itu tidak berkaitan dengan hal-hal yang tidak terbukti seolah-olah Gibran itu menyalahi
08:55aturan.
08:55Baik, bang, saya ambil.
08:57Ada fakta di persidangan bahwa yang namanya Gibran Raka Buming Raka itu mengikuti proses prosedur.
09:04Dan Dick Dasman sudah menjelaskan bahwa ada putusan Dirjen nomor 33 yang sebenarnya ijazah kelulusan itu alternatif.
09:11Karena kalau ijazah Gibran yang didatangkan dari UTS maupun yang didatangkan dari MDIS, itu padanannya adalah D1.
09:17Sehingga itu oleh pihak Dick Dasman itu dikesampingkan.
09:21Artinya ini mekanisinya prosedur.
09:23Jadi apa responan gak bang Bil?
09:25Iya, tapi jangan juga. Kita bukan berarti tidak bisa mengkritik putusan MK bukan.
09:29Nah sekarang bola liarnya di ruang publik seolah-olah Mas Gibran itu melakukan pelanggaran peraturan prosedur suket itu.
09:36Makanya disitulah pentingnya PKPU 19-2023 karena konflik penyetaraan SMA dari luar negeri sering terjadi.
09:44Jadi sebenarnya kita sebenarnya diberikan sikap kedewasaan oleh peraturan PKPU kita.
09:492029 Taufik kan jadi Bang Apres. Dia punya ijazah lebih baik.
09:53Oke, jadi Bang Andre, jadi sikap dari...
09:57Sebentar, Bang Andre, jadi sikap dari PDP yang ada di Sukabumi, apakah nanti akan meluas bergerak ke sejumlah wilayah lain?
10:05Ini untuk bangsa dan negara. Saya katakan apa yang dilakukan oleh Taufik itu, itu adalah keberanian moral dari seorang pejabat
10:15publik yang ada di daerah untuk mempunyai sikap gitu.
10:19Dan itu untuk pelajaran kita gitu.
10:23PR juga harus berani, Kompas juga harus berani untuk mempunyai sikap seperti itu.
10:27Jadi PDIP mendukung sikap dari kadernya yang di Sukabumi ya, Bang Andreas ya?
10:37Ya, Anda tahu bagaimana proses apa yang terjadi.
10:41Saya menurunkan ini karena sikap keberanian, sikap saya terhadap apa yang diputuskan di MK.
10:49Dan itu saya kira keberanian seperti itu harus didukung.
10:52Oke, diristui oleh PDIP. Bang Bill, tapi begini, ini kan disampaikan barusan sama Bang Andreas, bisa saja juga meluas ke
11:01sejumlah wilayah yang lain.
11:02Dan tadi juga ada tuntutan dari sejumlah kadernya yang mengatakan untuk Mas Gibran mundur saja pasnya putusan dari MK.
11:08Jawaban Anda?
11:10Ya, kalau kader-kader PDIP mau melakukan hal itu bagus.
11:12Ini Bang Andreas, saya bicara dulu.
11:14Bang Andreas, ini pertanyaannya buat saya.
11:18Kalau itu dilakukan oleh kader-kader PDIP, di kantor PDIP, atau di rumah pribadi, silahkan.
11:24Tapi kalau pejabat publik kemudian dilakukan di kantor negara, ini adalah pelecehan terhadap lembaga negara.
11:31Apalagi tidak ada sebuah putusan atau semacam informasi lebih menguat tentang Gibran adalah orang yang melakukan apelanggaran konstitusional.
11:40Selama ini kan cuma tafsir di ruang publik.
11:42Dari putusan Mahkamah Konstitusi yang sebenarnya sangat menjaga situasi itu.
11:46Jadi saya rasa Bang Andreas justru ingin menampilkan ke ruang publik bahwa kualitas pejabat-pejabat dari teman-teman PDIP seperti
11:54itu.
11:54Sangat rendahan dalam berpikir, ketanakan-kanakan, nasioner.
11:58Dan ini adalah sesuatu atau perbuatan yang menurut saya adalah...
12:02Oke, sebentar.
12:03Kalau begitu, Bang Bill, saya punya pertanyaan buat Anda kalau begitu.
12:07Bang Bill, kalau memang...
12:10Bagus yang perlu kita dukung juga.
12:13Tolong diterima dulu Bang Andreas.
12:14Sebentar Bang Andreas, sekarang saya ke Bang Bill dulu.
12:16Bang Bill, kalau memang itu sikapnya PDIP, sekarang harapan Anda dari Gibran Nisti, bagaimana sikap istana, kemudian partai koalisi untuk
12:26mendukung, Mas Gibran?
12:28Ya, seharusnya, saya mau kasih ingat sama teman-teman koalisi terutama ya.
12:32Jangan lupa, Gibran orang yang punya perang terhadap eksistensi mereka.
12:36Jadi Gibran juga yang justru memberikan peluang bagi gabungan partai politik untuk ikut menikmati bagaimana menjadi penguasa yang bergabung bersama
12:45Pak Prabowo.
12:45Itu satu.
12:46Jadi, jangan tutup mata di sini, itu yang pertama.
12:48Yang kedua, selalu bersikap objektif.
12:50Karena Gibran Raka Buming Raka, saya kira dia tidak akan takut, kalaupun nanti akan ada pansus kah, atau akan ada,
12:56apa istilahnya, mekanisme untuk impeachment.
13:00Selama diberikan ruang untuk mempertanggungjawabkan, saya yakin Gibran Raka Buming Raka tidak akan takut dan tidak akan berhenti.
13:06Tapi satu hal yang jangan dilupakan, tolong jangan sesatkan publik, seolah-olah Gibran itu tidak lulus SMA.
13:12Karena fakta persidangan itu hanya mengatakan, karena tidak didatangkan Gibran.
13:16Yang didatangkan adalah Dik Dasmen, di mana Dik Dasmen sendiri yang bikin peraturan, jangan membawa sertifikat kelulusannya.
13:24Karena kalau dibawa, maka itu jadi D1.
13:26Maka yang paling penting di sini adalah bagaimana lama dari sekolahnya Gibran yang disetarakan grade 12 dalam konteks SMK yang
13:33ada di Indonesia.
13:34Sayang sekali, pemahaman dari anggota DPR kita yang kebetulan dari PDIP terlalu rendahan, terlalu kampungan, reaksioner, dan destruktif.
13:42Ini adalah sikap yang justru menghancurkan demokrasi kita, dan kami atas nama relawan Gibran Nisti akan menjadikan ini sebagai temuan
13:49untuk meminta kepada Dewan Kehormatan DPR-nya yang ada di Sukabumi untuk memproses yang bersangkutan
13:55karena dinilai sudah mencederai demokrasi kita dan lambang negara kita. Aku pikir itu.
14:00Baik, terima kasih Bang Bilky, terima kasih Bang Andres setelah bergabung di Kompas Petang.
14:04Kita berjumpa lagi di dialog berikutnya.
14:05Nanti Taufik aja jadi Wakil Presiden.
14:08Siapa Bangku?

Dianjurkan