Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV Mahfud MD menyoroti langkah Presiden Prabowo Subianto menempatkan mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di lingkungan Kantor Staf Presiden (KSP).

Mahfud menilai, penempatan Listyo Sigit bersama sejumlah perwira tinggi Polri berpangkat bintang tiga bukan sekadar pemindahan jabatan.

Ia memandang langkah tersebut sebagai strategi politik yang cerdik.

Menurut Mahfud, penempatan itu dapat dipahami sebagai upaya membatasi ruang gerak Listyo Sigit dan orang-orang yang berada di lingkarannya agar tidak menimbulkan gangguan di luar institusi tersebut.

"Menurut saya, itu cerdik. Dikurung, karena kalau dilepas di luar, itu bisa berbahaya. Artinya, bisa mengganggu," ujar Mahfud.

Baca Juga Wakil Ketua DPR Dasco-Kapolri Suyudi Temui Demo Buruh Terkait RUU Perlindungan Ketenagakerjaan di https://www.kompas.tv/nasional/694412/wakil-ketua-dpr-dasco-kapolri-suyudi-temui-demo-buruh-terkait-ruu-perlindungan-ketenagakerjaan

Mahfud juga menyinggung proses pergantian Kapolri yang dinilainya berlangsung cepat.

Ia menyebut Sufmi Dasco Ahmad berperan dalam proses tersebut, mulai dari penyampaian surat kepada DPR hingga pelaksanaan uji kelayakan dan kepatutan yang berujung pada persetujuan pergantian.

Video Editor: Joshua

Baca Juga Pernyataan Jenderal Listyo & Kapolri Suyudi dalam Agenda Pengantar Tugas di https://www.kompas.tv/nasional/694131/pernyataan-jenderal-listyo-kapolri-suyudi-dalam-agenda-pengantar-tugas



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/695024/mahfud-md-sebut-langkah-prabowo-cerdik-tempatkan-listyo-di-ksp
Transkrip
00:00Menurut saya cerdik Prabowo, dikurung.
00:02Karena kalau dilepas di luar, itu kan bisa berbahaya.
00:05Kan Dasko yang ngantarkan Pak Suyude dan sebagainya.
00:09Nah dari hal ini, ya permainan politik.
00:12Menurut saya bagus saja itu permainannya.
00:15Kita kan tidak boleh juga menyalahkan orang berpolitik.
00:19Sehingga pada saat itu langsung diumumkan,
00:23langsung diantara Dasko langsung fit and proper test,
00:28langsung disetujui hari itu juga.
00:30Di tanggal 1.
00:33Itu jadi enggak bisa berkutik lagi, pergantung yang terjadi.
00:38Lalu ke mana?
00:40Listio-Listio, Listio Sigit, itu dipindah ke KSP.
00:46KSP itu enggak ada fungsinya.
00:47Di konstitusi juga enggak ada.
00:49Itu kan ciptaan dulu.
00:50Maksudnya perannya itu tidak strategis seperti posisi Pak Kapolri sebelumnya.
00:54Ada KSP selama Pak Jokowi itu.
00:57Ada Teten, ada Pak Luhut.
00:59Ada terakhir Pak Muldoko.
01:02Kan enggak ada fungsinya sama sekali yang langsung berurusan dengan publik.
01:06Jadi Pak Listio diletakkan di situ.
01:09Dan orang-orangnya yang sudah bintang tiga,
01:11itu diletakkan di situ.
01:12Ada sebagian ke sana, Pak.
01:14Artinya apa itu?
01:15Itu bukan hanya digeser.
01:16Menurut saya enggak.
01:17Menurut saya cerdik Prabowo.
01:19Dikurung.
01:19Karena kalau dilepas di luar, itu kan bisa berbahaya.
01:23Artinya bisa mengganggu.
01:24Berbahaya sih enggak.
01:25Bisa mengganggu kurung aja di sini.
01:52Dalam menjalankan tugas jabatan,
01:54Dalam menjalankan tugas jabatan.
01:57Akan menjunjung tinggi etika jabatan.
01:59Akan menjunjung tinggi etika jabatan.
02:02Bekerja dengan sebaik-baiknya.
02:04Bekerja dengan sebaik-baiknya.
02:06Dengan penuh rasa tanggung jawab.
02:08Dengan penuh rasa tanggung jawab.
02:10Bagi saudara yang beragama Kristen Protestan,
02:13kiranya Tuhan menolong saya.
02:15Kiranya Tuhan menolong saya.
02:18Saudara Listio Sigit Prabowo
02:21Sebagai Kepala Staf Kepresidenan
02:58Cara baru nonton di Smart TV
03:01Nonton live streaming
03:02Dan ribuan tayangan Kompas Gramedia
03:05Langsung dari Smart TV kamu
03:07Cara installnya
03:08Buka Google Play Store di Smart TV kamu
03:11Cari Kompas TV
03:13Melalui pencarian
03:14Pilih aplikasi
03:16Lalu install
03:17Selesai
03:18Kamu bisa menonton
03:19Video pilihan editorial Kompas TV
03:22Download Kompas TV apps
03:24Di TV kamu sekarang juga

Dianjurkan