- 14 jam yang lalu
- #kabinet
- #reshufflekabinet
- #presidenprabowo
KOMPAS.TV - Usai Presiden merombak kabinet kemarin, termasuk pergantian Kapolri, hari ini Presiden melantik 26 anggota Wantimpres. Mantan Menko PMK, Pratikno, menjadi Ketua Wantimpres, sementara mantan Ketua MK, Anwar Usman, dan akademisi Rocky Gerung menjadi anggota Wantimpres. A
pa yang sedang disiapkan Presiden Prabowo? Kita diskusikan hal ini bersama Juru Bicara Partai Gerindra, Sugiat Santoso, dan Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi.
#kabinet #reshufflekabinet #presidenprabowo
Baca Juga Buntut Terbongkarnya Lapas Mewah di Cibinong, Dirjen Pemasyarakatan Mashudi Mundur | KOMPAS MALAM di https://www.kompas.tv/nasional/693946/buntut-terbongkarnya-lapas-mewah-di-cibinong-dirjen-pemasyarakatan-mashudi-mundur-kompas-malam
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/693947/jubir-gerindra-indikator-politik-indonesia-bahas-kabinet-dirombak-apa-yang-disiapkan-presiden
pa yang sedang disiapkan Presiden Prabowo? Kita diskusikan hal ini bersama Juru Bicara Partai Gerindra, Sugiat Santoso, dan Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi.
#kabinet #reshufflekabinet #presidenprabowo
Baca Juga Buntut Terbongkarnya Lapas Mewah di Cibinong, Dirjen Pemasyarakatan Mashudi Mundur | KOMPAS MALAM di https://www.kompas.tv/nasional/693946/buntut-terbongkarnya-lapas-mewah-di-cibinong-dirjen-pemasyarakatan-mashudi-mundur-kompas-malam
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/693947/jubir-gerindra-indikator-politik-indonesia-bahas-kabinet-dirombak-apa-yang-disiapkan-presiden
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Informasi tadi akan mengiringi Kompas Petang pada hari ini dan kami lanjutkan Kompas Petang dengan informasi Presiden Prabowo Subianto melantik
00:08mantan Menko PMK Pratikno sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Presiden.
00:14Sementara untuk Wakil Ketua dan Sekretaris Dewan Pertimbangan Presiden diisi Hatra Jasa dan Muhammad Kodari.
00:23Total ada 26 anggota One Team Press. Beberapa di antaranya adalah Sinta Nuryah Wahid, Quraishihab, Pengamat Politik dan Akademisi Roki
00:32Gerung, Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, Budi Gunawan, dan Hairul Tanjung.
00:38Sementara Kepala Badan Komunikasi Pemerintah di Jabat Syahgan dan Nainggolan.
00:56Beliau
00:57Iyai Haji Said Akil Siroj sebagai anggota Dewan.
01:11Presiden Prabowo Subianto juga melantik pengamat politik dan akademisi Roki Gerung sebagai anggota Watim Pres.
01:17Usai dilantik sebagai anggota Watim Pres, Roki menekankan fungsi kritis yang harus dijalankan Watim Pres terhadap kebijakan yang dijalankan oleh
01:26pemerintah.
01:27Pertimbangan Presiden
01:33Alasan gue menolak apa?
01:38Kritik
01:40Dewan ini justru fungsinya kritis, bukan kritik ya beda tuh.
01:44Kritis terhadap kebijakan tuh.
01:46Kenapa harus kritis?
01:48Karena pasti ada persepsi negatif.
01:51Ada persepsi positif.
01:52Dua-duanya persepsi itu.
01:53Karena itu tugas Dewan tadi saya terangkan dengan sempurna dan kalian gak dengar dengan sempurna.
01:59Dia mengandalkan kepekaan etis dan kemampuan untuk melihat detil persoalannya di mana.
02:06Dan itu yang dijadikan pertimbangan tuh.
02:08Pertimbangan usernya adalah Bapak Presiden.
02:11Itu.
02:13Presiden Prabowo Subianto juga melantik mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden.
02:23Anwar Usman dilantik sebagai anggota Watim Pres di Istana Kepresidenan Jakarta.
02:28Sebelum dilantik, Saudara, Anwar Usman mengaku mendapat undangan pada Kamis malam dari Rafi Ahmad untuk datang ke Istana Kepresidenan Jakarta.
02:40Dua puluh dua.
02:43Di undang tadi malam oleh jam sembilan oleh apa, ya saya sebut namanya aja, saya dikontosan.
02:51Oh, kenapa?
02:53Ya gak tau keundangannya apa, Pak?
02:55Itu diundang untuk datang ke sini.
02:58Jadi, nanti bagi Watim Pres, bapak persediaan apa?
03:00Nah, begini, sesuai dengan pernyataan saya berkali-kali, saya itu hamba Allah dan warga negara yang taat pada Allah, taat
03:10pada konstitusi, pada bangsa dan negara.
03:13Oke.
03:13Bagi saya, dimanapun diminta, umpama diminta, saya menjadikan lahan untuk beribadah.
03:41Untuk ketujuh kalinya, Presiden Prabowo Supianto kembali merombak Kabinet Merah Putih.
03:47Dalam perombakan kali ini, Prabowo menggeser sejumlah menterinya, termasuk sosok yang selama ini dikenal dekat dengan Jokowi,
03:54seperti Pratikno yang awalnya Menko PMK menjadi one team pres.
03:59Posisi Menko PMK pun kini digantikan Sekjen Gerindra, Sugiyono.
04:05Jurubicara Partai Gerindra, Bahtra Bandung menilai, reshuffle kabinet adalah hak prerogatif Presiden,
04:11dan sesuatu yang wajar untuk mempercepat kerja-kerja program Presiden Prabowo.
04:17Berkenaan dengan reshuffle ini kan, karena itu adalah hak prerogatif Presiden,
04:22jadi sewaktu-waktu, bila Presiden merasa dibutuhkan untuk kemudian melakukan pengangkatan,
04:28pemberhentian kabinet, itu adalah sesuatu yang wajar.
04:35Ini juga bukan orang-orang baru, bagian dari selama ini juga yang bekerja untuk membantu Presiden Prabowo,
04:43dan tentu Pak Prabowo sudah melakukan profiling tertentu terhadap tugas-tugas baru yang diberikan oleh orang-orang yang sudah dilantik
04:52di kabinet kemarin.
04:56Direktur Eksekutif Carta Politika Yunarto Wijaya menilai,
04:59perombakan kabinet Presiden Prabowo semakin menegaskan,
05:03Prabowo ingin orang-orang yang dekat dengan dirinya memperkuat pemerintahan.
05:07Namun Prabowo juga tidak membuang orang-orang lama,
05:10dan tetap memberikan posisi kepada orang-orang yang pernah berjasa sebagai kompensasi politik.
05:18Cenderung lebih menjadi etalase, tapi bukan jabatan yang memiliki fungsi kuat.
05:22Jadi secara positioning, secara substantif dan fungsional,
05:25beliau menguatkan kekuatan dirinya,
05:29tapi di selain juga memberikan sentuhan bahwa tetap ada posisi yang diberikan sebagai kompensasi politik.
05:37Sementara PDI Perjuangan menilai,
05:40loyalitas kepada Presiden Prabowo tak bisa ditawar,
05:43sehingga jangan sampai ada kepentingan lain yang berseberangan.
05:48Karena Presiden Prabowo ini dalam sebuah orkestrasi,
05:52itu ibarat konduktor.
05:54Jadi loyalitas itu tidak bisa ditawar-tawar.
05:57Jangan sampai ada nada sumbang,
05:59ada kepentingan lain yang berseberangan dengan kerja-kerja untuk rakyat.
06:05Yang kedua, kalau sudah loyal,
06:07kami harapkan ada soliditas,
06:10kekompakan di dalamnya.
06:13Lewat perombakan kabinet kali ini,
06:15yang diharapkan tentu pemerintahan bisa bekerja lebih baik.
06:20Tim Liputan, Kompas TV.
06:27Usai Presiden meromba kabinet kemarin,
06:29termasuk pergantian Kapolri,
06:31hari ini Presiden melantik 26 anggota One Team Press.
06:35Mantan Menko PMK Pratikno jadi Ketua One Team Press,
06:39sementara mantan Ketua MK Anwar Usman,
06:41dan Akademisi Roki Gerung jadi anggotanya.
06:44Apa yang sedang disiapkan Presiden Prabowo?
06:46Kita diskusikan hal ini bersama juri bicara Partai Green,
06:49Indra Sugiyat Satoso,
06:50dan Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi.
06:54Selamat petang semuanya.
06:56Selamat petang.
06:58Selamat petang, Mas Sugiyat.
07:00Oke, Bang Sugiyat,
07:01selain ini adalah hak prerogatif Presiden,
07:03ini sebenarnya kenapa sebenarnya dalam dua hari
07:05Presiden melantik besar-besaran pejabat negara?
07:09Ya, yang pertama secara normatif kami menyampaikan bahwa
07:13resapel adalah instrumen yang menjadi otoritas Presiden.
07:17Kapanpun Presiden membutuhkan resapel kabinet,
07:20siapapun yang berdasarkan evaluasi beliau itu harus diganti,
07:24dan siapa penggantinya itu menjadi kewenangan mutlak dari Presiden.
07:28Tapi kalau kita melihat misalnya dua hari ini terkait dengan resapel yang dilakukan Presiden,
07:33saya menganggap bahwa ada optimis baru terkait dengan bagaimana
07:38kinerja-kinerja pemerintahan Presiden Prabowo ke depan bisa dieksekusi dengan baik.
07:43Misalnya ada beberapa pergantian yang sangat krusial.
07:46Kemarin terjadi pergantian kepala kepolisian.
07:50Kita punya optimisme dan harapan baru,
07:53Pak Kapolri yang baru,
07:54walaupun sesungguhnya Pak Listio kemarin kan sudah sangat banyak prestasi dan kinerjanya,
07:59tapi dengan pergantian Kapolri yang baru ini,
08:02ada penyegaran dan saya yakin bahwa institusi polisi akan kembali merakyat,
08:08akan kembali hadir di tengah-tengah rakyat,
08:10dan pasti akan melanjutkan program-program dari Pak Listio.
08:13Yang kedua, terkait dengan pergantian Kementerian Luar Negeri,
08:18Mas Sugi diberi tugas sebagai Menko PMK.
08:22Saya yakin siap.
08:23Mas Sugi, sorry.
08:25Tadi, menyambung dulu poin yang pertama tadi,
08:27kita dicontohkan ada Kapolri,
08:28tapi apakah penggeseran Listio dari posisi Kapolri jadi KSP ini juga apakah
08:32semangat menggeser posisi orang-orang dekat Jokowi dari sekitar Presiden?
08:36Kita tidak mendikotomikan,
08:38saya begini,
08:39kalau terlepas dari latar belakang bahwa sebelumnya dia dari partai mana,
08:44dari kelompok mana,
08:45ketika dia sudah dilantik menjadi,
08:47katakanlah pejabat negara,
08:49apalagi menjadi masuk dalam kabinet,
08:51saya pikir tidak ada lagi dikotomi antara orang Pak Jokowi,
08:55orang Pak Prabowo,
08:56orang Golkar,
08:57orang partai lain.
08:59Saya yakin dan percaya,
09:00ketika mereka sudah dilantik,
09:01satu paksi semua,
09:02paksinya adalah paksi Prabowo.
09:04Kalau Mas Burhan melihat ada hal yang sama,
09:06kemarin kan ada pergeseran dan pencopotan beberapa orang Pak Jokowi,
09:09atau dibilang dekat,
09:11ada Listio,
09:11ada Pratikno,
09:12tapi ternyata hari ini ketika kita melihat komposisi One Team Press,
09:15ada Anwar Usman,
09:16ada Pratikno masuk lagi.
09:17Sebenarnya Presiden ini mau apa?
09:21Ya, Pak Prabowo,
09:23kalau dilihat dari karakter pribadinya,
09:26memang orang yang tahu berbalas budi,
09:29dan karenanya berharap radical break,
09:32seperti yang Pak Rogi Gerung sampaikan,
09:35dengan memotong habis orang-orang Pak Jokowi,
09:37itu sesuatu hal yang menurut saya terlalu tidak masuk akal,
09:41kalau kita melihat karakter Pak Prabowo selama ini,
09:44lihat aja itu orang-orang yang ikut sama Pak Prabowo,
09:47itu kan orang-orang yang dari awal.
09:49Jadi beliau tidak punya karakter untuk membuang orang,
09:53apalagi orang yang punya jasa besar,
09:55membuat Pak Prabowo menjadi Presiden.
09:58Berarti bisa dibilang politik akomodatif aja, Mas Burhan?
10:02Iya, politik akomodatif dan balas budi ya.
10:05Jadi pertama, Pak Sigit memang sudah lama menjadi Kapolri,
10:09jadi memang sudah saatnya diganti,
10:12karena beliau bulan Desember sudah pensiun,
10:15tetapi berharap Pak Sigit tiba-tiba terlempar dari pusaran kekuasaan,
10:21itu dari awal saya tidak percaya.
10:22Dan buktinya sebelum ditetapkan,
10:26kabar bahwa beliau tukar kulit dengan Pak Dudung sebagai kepala KSP,
10:31sudah santar terdengar di kalangan terbatas.
10:34Nah hari ini Pak Pratik dilantik sebagai ketua Watimpres,
10:39dan kita tahu Watimpres,
10:40satu Dewan Pertimbangan yang dua tahun,
10:43sejak Pak Prabowo dilantik,
10:4520 Oktober 2024, itu kosong.
10:47Jadi memang sepertinya posisi Pak Pratik,
10:53kemudian posisi Pak Anwar Usman,
10:55termasuk masih bertahannya,
10:57Pak Sigit,
10:59itu satu bentuk akomodasi sekaligus penepisan secara politik
11:05kepada mereka yang berasumsi bahwa Pak Prabowo sudah bisa politik dengan Pak Jokowi.
11:12Bang Sugiat, apakah ini memang sebenarnya adalah bentuk balas budi,
11:15bentuk terima kasih Pak Prabowo juga,
11:16makanya mengakomodasi semua poros nih.
11:18Atau ini justru sebenarnya Pak Presiden lagi hati-hati dalam menentukan orang-orang di sekitarnya?
11:24Ya mungkin apa yang dikatakan oleh Pak Buruhan betul,
11:28bahwa karakter personal Pak Prabowo itu memang tidak akan mungkin meninggalkan kawan.
11:33Tapi saya pikir tidak hanya itu motif dari resapl ini,
11:37pasti adalah bagaimana efisiensi, efektivitas, dan keberlanjutan dari program-program kerja pemerintahan Prabowo Subianto.
11:45Saya pikir itu yang paling utama dari tujuan resapl ini.
11:48Oleh karena itu, ya jangan hanya dimaknai sebagai sebuah politik balas budi,
11:53tapi saya yakin dan percaya tujuan dari Presiden melakukan resapl adalah bagaimana program-program beliau
11:58itu bisa dieksekusi dengan sukses di tengah-tengah masyarakat.
12:02Bang Sugiat, tapi kalau tadi Anda bilang efektivitas,
12:04kenapa juga sampai menambah jabatan, apakah memang komposisi kementerian saat ini
12:09masih belum cukup untuk mendor efektivitas program tadi?
12:14Bukan, ukuran efektivitas program itu bukan persoalan berapa banyak jabatan yang diemban.
12:21Itu efektivitas dan keberhasilan program itu,
12:24ya ukurannya adalah bagaimana program-program itu bisa dieksekusi.
12:28Lepas bagaimana caranya,
12:30tapi yang paling penting adalah bagaimana kebijakan-kebijakan program-program Pak Prabowo,
12:34yang itu saya pikir perlu percepatan-percepatan untuk dilakukan eksekusi.
12:38Jadi bukan persoalan banyak-banyakan orang yang ada di situ.
12:41Saya pikir itu ukurannya nggak seperti itu.
12:43Oke, kalau Mas Burhan sebenarnya melihatnya,
12:46lagi-lagi kita melihat komposisi One Team Press,
12:48ada beberapa poros yang tampaknya juga dikumpulkan,
12:49termasuk juga ada BG masuk lagi ke situ.
12:52Ini apakah juga bentuk Presiden mau menunjukkan sesuatu?
12:56Ya kalau Watim Press,
12:58dilihat dari komposisi maupun saiznya,
13:01memang besar sekali ya.
13:03Saya kira lebih besar dibanding Watim Press pada masa Presiden-Presiden sebelumnya.
13:08Dan di situ ada berbagai macam latar belakang politik,
13:12latar belakang agama,
13:13yang dikumpulkan dalam satu biduk,
13:16dalam satu perahu.
13:17Jadi Ketua MUI juga masuk,
13:19NU, Muhammadiyah,
13:21kemudian Matakin,
13:23Kohucu,
13:24Buddha, Hindu, Kristen.
13:26Jadi memang nuansa akomodasi politik,
13:31termasuk juga akomodasi non-politik,
13:34karena kita tahu kelompok-kelompok keberagaman ini juga pilar penting,
13:37pluralisme kebangsaan kita,
13:39itu sangat pekat.
13:40Termasuk kalangan akademisi ya.
13:43Jadi dari berbagai macam kelompok,
13:45jadi Bung Roky Gerung yang selama ini kritis terhadap Pak Pratik,
13:49tiba-tiba sekarang berada dalam satu kantor,
13:52menarik tuh nanti ada Anwar Usman.
13:55Jadi ini satu karakter atau stylenya Pak Prabu sebenarnya ya.
14:01Jadi tidak ada kawah,
14:03tidak ada lawan,
14:04semuanya dirangkul dalam satu perahu ya.
14:08Dan nanti yang buat kita sih yang penting adalah
14:11bagaimana efektivitas Dewan Pertimbangan Presiden ini,
14:16Wartim Presiden.
14:17Apakah sekedar kumpulan pensiunan,
14:20apakah sekedar kumpulan veteran,
14:23ataukah efektif menyuarakan suara publik,
14:26supaya didengar oleh Presiden.
14:28Saat yang bersama Presiden dengan sangat baik ya,
14:33dan ikhlas ya,
14:34menerima setiap masukan,
14:35meskipun mungkin masukan yang tidak enak untuk didengar.
14:38Jadi yang saya lihat adalah
14:41bukan soal akomodasi politiknya,
14:43tetapi seberapa efektif Wartim Presiden ini,
14:47jadi mata dan telinga,
14:49bukan hanya buat publik,
14:50tapi juga buat kepentingan pemerintahan.
14:53Nah gitu, kalau gitu Bang Sugiat,
14:55sebenarnya apa urgensinya sampai menambah 26 orang
14:57jadi Wartim Presiden?
14:58Apakah bisa dipastikan nantinya
15:00rekomendasi dari Wartim Presiden ini
15:01akan bisa betul-betul dipertimbangkan
15:03sama Presiden atau diimplementasikan?
15:05Ya, kita perlu memahami karakter
15:09seorang Prabowo Subianto.
15:10Saya pikir kalau dari formula Wartim Presiden ini
15:12sudah sangat tepat ya,
15:14butuh sosok yang teruji kepakarannya,
15:17kecendikiawannya, dan lain sebagainya,
15:19untuk katakanlah memberikan pertimbangan-pertimbangan
15:22atau nasihat-nasihat kepada seorang Presiden
15:24dengan karakter yang seperti
15:25seorang Prabowo Subianto yang mungkin
15:27dari bacaannya banyak,
15:29dari pengalamannya banyak,
15:31dan segala macam.
15:31Ya, saya pikir dengan formula Wartim Presiden seperti ini,
15:35ada Bang Ruki Gerung,
15:37ada Pak Pratikno yang sudah
15:38mengecam asam garang birokrasi dan juga akademisi,
15:42ada Bang Kodari dengan perspektif risetnya,
15:44dan lain sebagainya,
15:45ada tokoh-tokoh agama seperti yang disampaikan
15:48oleh Prabowo Buruhan ini.
15:49Saya pikir dengan formula Wartim Presiden sekarang,
15:52saya yakin dan percaya,
15:53ini akan Wartim Presiden yang selama ini katakanlah
15:55kurang berfungsi, dan lain sebagainya,
15:57kedepannya di Pasca Risapel ini akan lebih berfungsi
16:01untuk memberikan pertimbangan-pertimbangan yang objektif
16:03kepada pemerintahan Prabowo Subianto.
16:05Nah, kalau Mas Burhan,
16:07kita ambil beberapa nama yang menarik
16:08dari komposisi One Team Press,
16:09Anwar Usman, Pratikno, Ruki Gerung.
16:11Apa persepsi publik yang mungkin muncul
16:13dari komposisi yang saat ini sudah dilantik oleh Presiden,
16:15menurut Anda?
16:19Ya, tentu saja yang muncul di media sosial,
16:23ini menyatukan minyak dan air, ya.
16:28Meskipun lagi-lagi, itu kan dilihat dari sisi sejarah, ya.
16:33Sejarah bahwa Ruki Gerung merupakan pengamat yang paling keras,
16:38yang mengeritik pemerintahan Pak Jokowi,
16:40di mana Pak Anwar Usman, termasuk juga Pak Pratik,
16:44berada di kanan-kiri Presiden Jokowi saat itu.
16:49Tapi lagi-lagi sekarang mereka berada dalam satu perahu,
16:53dan harapan saya, harapan saya ya,
16:55saya ingin memberi semacam optimisme,
16:59sekaligus harapan baik kepada puluhan pimpinan baru
17:04maupun anggota Wattim Press,
17:06karena terus terang sekarang ini,
17:08itu DPR suaranya kurang terdengar
17:10untuk menyambung lidah publik.
17:14Jadi, Wattim Press itu menjadi salah satu pintu buat publik,
17:19supaya suara dan geluh kesah masyarakat bisa disampaikan kepada Presiden.
17:23Dan saya berharap orang seperti Ruki Gerung,
17:26orang seperti nama-nama yang selama ini cukup keras,
17:31seperti Margarito Kamis,
17:32atau nama-nama lain,
17:34itu bisa menjadi penyambung lidah itu.
17:36Karena mereka punya hotline,
17:38mereka punya direct line kepada Presiden.
17:40Mereka punya akses itu.
17:41Jangan lupa, sesuai dengan aturan lain,
17:43sesuai dengan aturan lain,
17:45saran maupun kritik dari Dewan Pertimbangan Presiden,
17:50itu tidak disampaikan kepada publik.
17:52Jadi, langsung kepada Presiden.
17:54Nah, kalau gitu Mas Burhan...
17:55Jadi, harapan saya mereka bisa menjadi katakan satu.
17:58Nah, Mas Burhan,
17:58kalau misalnya itu adalah akses yang privat kepada Presiden,
18:01berarti kalau kita ambil contoh pratik,
18:03dari Menko PMK ke Ketua One Team Press,
18:06itu sebenarnya bentuknya promosi atau bukan?
18:08Singkat saja.
18:13Ya, tentu saja kalau dibaca secara karir politik,
18:17seolah-olah mengalami penurunan kelas.
18:19Tetapi jangan lupa,
18:21Pak, praktik ini kan sudah lama ya,
18:23makan asam garam.
18:25Jadi, sebaiknya memang,
18:27saya kira posisi beliau sebagai Ketua One Team Press,
18:30kalau dikerjakan secara benar-benar,
18:34itu saya kira bisa menjadi katalisator publik.
18:38Saya terus terang berharap banyak,
18:40karena terus terang,
18:41buat Tim Press ini banyak disi oleh orang-orang
18:43yang seharusnya sudah selesai dengan urusan dirinya sendiri.
18:47Nah, saran saya cuma satu,
18:49mereka punya keberanian.
18:50Oke.
18:51Punya keberanian menyampaikan apa adanya
18:53dan memberikan data seobjektif mungkin
18:55kepada Presiden.
18:57Supaya Presiden itu mendapatkan perspektif
19:00dari berbagai macam kalangan.
19:01Oke, baik.
19:02Dari satu pintu saja.
19:03Oke, baik.
19:04Mas Burhanudin dan Bang Sugiat,
19:05terima kasih sudah berbagi di Kompas Petang.
19:07Saya salu semuanya, Bang Sugiat dan Mas Burhan.
19:09Thank you.