Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 hari yang lalu
Nyoman Parta menyuarakan keresahan warga terkait maraknya oknum WNA yang tinggal melebihi izin (overstay), merebut mata pencaharian lokal, hingga pemanfaatan nama warga lokal..

Ia mendesak pemerintah dan aparat memperketat pengawasan agar keberadaan orang asing tidak merugikan masyarakat Bali.

Yuk, gabung komunitas Beritabali.com!
👉 subscribe.beritabali.com/register

Reporter: ROB
Editor: PN
Transkrip
00:00Dari hasil saya membuka aduan itu ada 28 orang yang memberikan pengaduan,
00:06sudah kita kirimkan kepada dirgian imigrasi.
00:10Bentuk perniknya banyak, satu ada yang namanya dimanfaatkan oleh orang asing untuk membuat usaha.
00:17Yang kedua ada laporan tentang di satu tempat banyak tamu yang sepertinya overstay,
00:23dia dengan istilahnya sekarang itu nomad, nomaden ya, nomad itu, artinya sesungguhnya dia bekerja di luar negeri,
00:34tapi dia bekerja di Bali, bekerja dari Bali dengan menggunakan online.
00:42Statusnya adalah kunjungan, menjelang 2 hari, 3 hari, 2 bulan pisahnya habis, dia pergi dulu.
00:52Belum tentu balik ke negaranya, intinya keluar Bali dulu, keluar negeri dulu.
00:58Selanjutnya setelah itu, setelah 2 bulan lewat, dia datang lagi.
01:03Jadi setelah 3, 7 hari atau seminggu kemudian dia datang lagi ke Bali.
01:09Dan itu terjadi secara terus-menerus, karena memang dia kerjanya dari Bali, dia kerjanya.
01:16Pertimbangannya pertama, dia bekerja di luar negeri, gajihnya adalah gajih di luar negeri,
01:21sementara dia hidupnya di Bali.
01:24Dengan gajih 38 juta di luar negeri, 40 juta, 50 juta di luar negeri,
01:30sementara di Bali dia habis 5 juta.
01:33Akhirnya terus-terusan dia bekerja dari Bali, dan tidur di Bali.
01:38Itu aduannya.
01:39Terus selanjutnya adalah mereka yang membuka renkar.
01:45Membuka renkar di Bali, menggunakan nama lokal.
01:49Terus selanjutnya mereka yang setiap sore di satu tempat di Singapadu,
01:53mengajarkan pegang kendaraan, sepeda motor, melatih teman-temannya.
02:00Karena dia punya renkar sepeda motor, teman-temannya sore hari sampai malam dilatih di lapangan di Silekarang, muter-muter.
02:09Itu yang melatih dari orang luar?
02:11Yang melatihnya yang punya renkar, orang asing.
02:16Dan banyak lagi lah urusannya yang begitu diindih.
02:20Tapi sudah kita laporkan kepada Dirtian.
02:24Prinsipnya adalah harus segera dilakukan pembenahan tentang orang yang masuk ke Bali.
02:31Pintu utamanya dan satu-satunya pintu adalah migrasi.
Komentar

Dianjurkan