00:00Dari hasil saya membuka aduan itu ada 28 orang yang memberikan pengaduan,
00:06sudah kita kirimkan kepada dirgian imigrasi.
00:10Bentuk perniknya banyak, satu ada yang namanya dimanfaatkan oleh orang asing untuk membuat usaha.
00:17Yang kedua ada laporan tentang di satu tempat banyak tamu yang sepertinya overstay,
00:23dia dengan istilahnya sekarang itu nomad, nomaden ya, nomad itu, artinya sesungguhnya dia bekerja di luar negeri,
00:34tapi dia bekerja di Bali, bekerja dari Bali dengan menggunakan online.
00:42Statusnya adalah kunjungan, menjelang 2 hari, 3 hari, 2 bulan pisahnya habis, dia pergi dulu.
00:52Belum tentu balik ke negaranya, intinya keluar Bali dulu, keluar negeri dulu.
00:58Selanjutnya setelah itu, setelah 2 bulan lewat, dia datang lagi.
01:03Jadi setelah 3, 7 hari atau seminggu kemudian dia datang lagi ke Bali.
01:09Dan itu terjadi secara terus-menerus, karena memang dia kerjanya dari Bali, dia kerjanya.
01:16Pertimbangannya pertama, dia bekerja di luar negeri, gajihnya adalah gajih di luar negeri,
01:21sementara dia hidupnya di Bali.
01:24Dengan gajih 38 juta di luar negeri, 40 juta, 50 juta di luar negeri,
01:30sementara di Bali dia habis 5 juta.
01:33Akhirnya terus-terusan dia bekerja dari Bali, dan tidur di Bali.
01:38Itu aduannya.
01:39Terus selanjutnya adalah mereka yang membuka renkar.
01:45Membuka renkar di Bali, menggunakan nama lokal.
01:49Terus selanjutnya mereka yang setiap sore di satu tempat di Singapadu,
01:53mengajarkan pegang kendaraan, sepeda motor, melatih teman-temannya.
02:00Karena dia punya renkar sepeda motor, teman-temannya sore hari sampai malam dilatih di lapangan di Silekarang, muter-muter.
02:09Itu yang melatih dari orang luar?
02:11Yang melatihnya yang punya renkar, orang asing.
02:16Dan banyak lagi lah urusannya yang begitu diindih.
02:20Tapi sudah kita laporkan kepada Dirtian.
02:24Prinsipnya adalah harus segera dilakukan pembenahan tentang orang yang masuk ke Bali.
02:31Pintu utamanya dan satu-satunya pintu adalah migrasi.
Komentar