Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 52 menit yang lalu


KOMPAS.TV - WNI yang dievakuasi dari Iran, Zulfan Lindan, menanggapi keputusan TNI yang menetapkan status siaga 1.

Kebijakan tersebut memicu beragam reaksi di masyarakat karena dianggap menimbulkan kekhawatiran baru di tengah situasi global yang tidak menentu.

Sementara itu, pengamat ekonomi dari Political Economy and Policy Studies (PEPS), Anthony Budiawan, menyoroti aspek komunikasi kebijakan kepada publik. Ia mempertanyakan mengapa dokumen terkait status siaga satu yang seharusnya bersifat rahasia justru beredar di ruang publik.

Baca Juga [FULL] Kisah Evakuasi Zulfan Lindan dari Iran di Tengah Ancaman Rudal AS-Israel | ROSI di https://www.kompas.tv/nasional/656553/full-kisah-evakuasi-zulfan-lindan-dari-iran-di-tengah-ancaman-rudal-as-israel-rosi



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/656558/siaga-1-tni-saat-konflik-timur-tengah-seberapa-siap-indonesia-rosi
Transkrip
00:05Eskalasi perang antara Amerika Serikat Israel versus Iran semakin meluas tidak hanya mengguncang ekonomi tapi juga diduga bisa memicu keamanan
00:15di Indonesia.
00:16Saya masih bersama salah satu warga negara Indonesia yang ikut devakuasi dari Iran, ia juga pernah menjabat sebagai anggota DPR
00:22RI periode 2014-2019 Zulfan Lindan serta pengaman ekonomi dari Political Economy and Policy Studies Antoni Budiawan.
00:30Yang terbaru, sebetulnya tidak baru-baru banget sih, cuman yang masih hangat jadi pembahasan adalah status negara kita siaga satu
00:37yang ditetapkan oleh TNI, dan ini langsung dapat respons yang beragam.
00:43Dari Panglima TNI menyebut bahwa ini hal yang biasa, memastikan kesiap siagaan personel kita di kondisi-kondisi tertentu, hal yang
00:52lumrah, hal yang biasa.
00:53Tapi di sisi lain, kalau saya kutip dari ILBHI, sudah mengeluarkan rilis, ini tidak sejalan dengan konstitusi karena pengerahan kekuatan
01:01militer seharusnya ada di tangan Presiden, bukan Panglima TNI.
01:04Nah, kalau yang Anda lihat Pak, karena Anda juga politisi malang melintang dengan segala bentuk dinamika pengambilan, kebijakan, dan lain
01:13-lain.
01:14Ini hal yang terbilang memang wajar kalau kemudian dikeluarkan status siaga satu di negara kita?
01:20Atau wajarkah ketakutan dari banyak orang, kekhawatiran banyak pihak?
01:25Kenapa kok tiba-tiba jadi siaga satu di negara sendiri?
01:27Kita ini tidak mau bekerja secara serius dulu.
01:32Mengorganisasi, jangan langsung problem masuk ke persoalan pokok.
01:36Siaga satu itu kan di ujung, hilir dia.
01:40Tapi kan di hulu ini kita selesaikan dulu masalah-masalahnya.
01:44Tadi masalah ekonomi, bagaimana cara menyelesaikannya?
01:47Masalah keamanan, kita ada dulu BIN, BAIS, lembaga-lembaga intelijen yang bekerja diam-diam untuk memantau semua suasana.
01:57Kalau tiba-tiba komando putuskan siaga satu, ini ada apa?
02:03Membingungkan rakyat.
02:04Anda dugaannya kenapa?
02:05Ya, menurut saya karena kesiapan, panik.
02:09Karena panik, situasi yang ada sekarang di internasional begini, seolah-olah sudah bekerja, inilah hasilnya.
02:19Tapi yang kita lihat kan tidak ada koordinasi.
02:24Dan status siaga satu ini yang Anda tangkap ini kesiagaan atas ancaman dari luar atau dusu dari dalam?
02:30Saya kira luar akan, mereka takut, artinya pemerintah takut, khawatir, ada koordinasi antara luar dengan dalam.
02:43Kan gitu.
02:44Provokasi dari luar akan memanfaatkan situasi dari dalam.
02:48Mungkin seperti kejadian pada Agustus yang lalu.
02:54Nah, siaga satu itu menurut saya untuk mengantisipasi hal seperti itu.
03:01Tapi tidak usah diumumkan, kerja saja.
03:04Kalau semua kita sudah umumkan siaga satu, itu kan mencekam.
03:09Ya kan?
03:10Seolah ada apa.
03:11Untuk siapa siaga satu itu?
03:13Untuk rakyat atau untuk TNI?
03:16Ya kan?
03:17Kalau untuk TNI, diam-diam saja kerja.
03:19Senyap.
03:20Ada intelijennya.
03:22Kalau untuk rakyat kan, kalau ini siaga satu diimpokan kepada rakyat, ini sama saja dengan menakuti-nakuti rakyat kan?
03:31Itu yang enggak benar.
03:32Kalau kemudian ini dianggap sebagai bentuk mitigasi juga untuk menjaga kestabilan di dalam negeri?
03:38Emang ada yang enggak stabil di dalam negeri?
03:41Ya kan?
03:42Kita pertanyakan, tidak ada gangguan?
03:46Kok kita sangat khawatir gitu loh.
03:51Apa yang dikhawatirkan?
03:53Menurut Anda Pak, memang kita ini sedang khawatir sekarang di dalam negeri ini aman-aman aja kan?
03:58Pak Antoni, Anda merasa bahwa keputusan dari keluarnya status siaga satu ini memberikan kepastian keamanan di negara kita?
04:04Atau justru memicu ketidakstabilan baru?
04:08Yang saya baca adalah bahwa surat dari siaga satu itu, itu adalah tidak seharusnya adalah rahasia.
04:18Tetapi kenapa bisa bocor kepada publik?
04:23Dan benar bahwa di sini ada kekhawatiran, ada kubu-kubu yang melihat ini apa?
04:29Bahwa ini untuk melindungi siapa?
04:31Atau bahkan untuk melindungi bukan rezim ini, justru karena di luar sepengetahuan presiden.
04:39Jadi untuk apa? Apakah memang yang tadi dikatakan ya, bahwa external shock ini dari ekonomi akan bisa berimbas kepada dikhawatirkan
04:50seperti 98, kekurangan BBM dan sebagainya akan memicu chaos ini atau bagaimana?
04:59Kalau Anda menangkapnya bisa mengarah ke sana atau tidak?
05:02Makanya keluar siaga satu itu?
05:04Kemungkinan mereka mengevaluasi bisa ke sana, karena sudah ada beberapa mengatakan juga bahwa ini beredar itu 17 ribu, udah dolar
05:13dan sebagainya, udah ada kekhawatiran di situ.
05:16Tetapi 17 ribu itu tidak mungkin, tidak membuat kita punya ekonomi moneter itu dalam bahaya, dalam kondisi kritis gitu.
05:27Karena kita harus lihat bahwa sekarang ini sekitar 16 ribu lima ratus ya, patokan dari APBN ya, itu harus untuk
05:35bisa memicu kondisi chaos, itu harus terdepresiasi itu sekitar minimal 20 persen, sampai 30 persen.
05:43Waktu di tahun 97, dari 2.400 ke 3.500, itu sekitar 34 persen gitu.
05:51Jadi kalau kita ngambil lampu kuningnya aja, itu 20 persen, berarti diperlukan 33 ribu sekian.
05:59Berarti kalau sampai mencapai 20 ribu, baru kita bisa siaga gitu.
06:04Tapi sekarang ini apa yang perlu disiagakan gitu.
06:07Nah disrupsi BBM apalagi ini bertentangan dengan apa yang dibicarakan oleh Presiden, oleh Menteri Keuangan, bahwa ini masih terkendali.
06:17Meskipun belum ada detailnya terkendali itu bagaimana gitu.
06:21Ditambah lagi posisinya dari pemerintah sampai sekarang belum juga untuk melakukan perubahan atas APBN 2026.
06:28Dengan kondisi, dengan alasan pemasukannya masih aman Pak.
06:30Pemasukannya masih aman, sebetulnya juga tidak aman juga.
06:34Karena Januari dan Februari, pemasukan dari pendapatan negara itu cuma 11,4 persen 2 bulan.
06:4011,4 persen dari target, pasti ini terjadi shortfall.
06:43Seperti yang tadi saya katakan gitu.
06:45Seharusnya tetapi di dalam menenangkan itu, masyarakat mereka harus mengatakan gitu.
06:50Tapi bagaimana mitigasi di dalamnya?
06:53Dengan pernyataan Presiden seperti itu, saya pikir kok mereka sudah mengatakan secara di dalam itu mitigasi hal-hal yang seperti
07:02itu ya.
07:03Jadi saya pikir sudah ada pemikiran-pemikiran tetapi mungkin secara detailnya belum dibicarakan kepada masyarakat gitu.
07:11Tetapi inilah salahnya, komunikasi ini harus jelas kepada masyarakat, jangan sampai masyarakat menjadi tidak tenang.
07:17Kembali kepada yang tadi, siaga satu tadi, nah saya rasa itu akan memicu sekali banyak sekarang masyarakat melihat ini kita
07:25akan apa gitu.
07:27Apakah ini kontra dengan penyataan Presiden?
07:30Apakah dengan begini ini kita punya ekonomi akan kolaps?
07:33Ada yang berpikiran seperti itu gitu.
07:36Tapi saya sendiri tidak, masih belum berpikiran bahwa kita akan terlalu jauh kalau melihat kebisah.
07:40Terlalu jauh gitu.
07:41Karena tanda-tanda itu belum ada gitu.
07:43Atau bisa juga di dalam internal TNI bisa ada, bisa ada sub, unsub koordinasi.
07:53Mungkin dibaca seperti itu.
07:55Ya kan?
07:56Bahwa ada kelompok-kelompok di dalam TNI yang memang tidak puas juga dengan situasi yang ada sekarang.
08:04Bisa juga.
08:05Kita kan nggak tahu.
08:07Kita bilang mengatakan bahwa ini belum apa-apa.
08:10Tapi di internal mungkin ada.
08:15Kajian-kajian.
08:16Kajian-kajian dikhawatirkan.
08:18Ada yang memanfaatkan situasi ini.
08:21Karena ini bukan zaman order baru yang semua takut sama Soeharto.
08:24Yang saya pahami Anda kan punya kedekatan juga dengan Pak Prabowo.
08:27Ini sudah pernah komunikasi nggak sih?
08:29Entah non-formal atau mungkin percakapan singkat.
08:32Ini datang dari mana nih status ini?
08:34Benarkah dari Pak Prabowo langsung atau gini?
08:36Saya baru pulang.
08:37Belum ada komunikasi soal itu ya?
08:38Jadi saya kira pasti pengelima TNI sering dipanggil ke Hambalang.
08:46Dan pasti ini juga diketahui oleh Pak Prabowo.
08:50Cuman biasa kan Pak Prabowo suruh pengelima TNI lah tugas kamu itu.
08:56Seperti 17 Agustus.
08:58Peristiwa Agustus kan bukan presiden yang muncul.
09:02Menhan, Kapolri, pengelima TNI kan.
09:05Tapi kan itu instruksi presiden.
09:08Jadi menurut saya bahwa...
09:11Kalau kita sebenarnya menunggu dan await and see lah ya.
09:17Tentang siaga satu ini sebenarnya kemana arahnya.
09:20Nah kita harapkan ada analisis-analisis dan penjelasan terbuka.
09:25Situasi ekonomi kita begini, politik kita begini.
09:30Kemudian bisa disimpulkan bahwa ada kerawanan di dalam negara kita.
09:36Oke.
09:37Sehingga kalau melihat kondisinya yang entah kapan ini akan berakhir konflik ini.
09:41AS plus Israel versus Iran ini.
09:43Dengan mereka masih bersikeras dengan posisinya masing-masing.
09:47Kita jelas sedikit banyak yang akan terdampak.
09:49So, pengamannya harus dimulai dari mana?
09:52Untuk jangka pendeknya saja.
09:54Karena ini momennya.
09:55Apalagi momen Ramadan dan Lebaran seperti sekarang.
09:58Daya beli harusnya meningkat malah kebalikannya.
10:00So, untuk memperbaiki itu, kita bisa apa?
10:03Kita bahas sebentar lagi.
Komentar

Dianjurkan