00:00Saudara tiga anak buah kapal atau ABK warga negara Indonesia yang bekerja di kapal Tagbot Mufassah II berbendera Uni Emirat
00:08Arab hilang saat menjalani pelayaran internasional di kawasan Selat Hormus, Timur Tengah.
00:15Tiga dari empat ABK WNI ini hilang setelah kapal dilaporkan meledak dan tenggelam di Selat Hormus pada Jumat 6 Maret
00:22kemarin.
00:22Duta Besar Republik Indonesia untuk Uni Emirat Arab Yudha Nugraha menyampaikan melalui sambungan virtual zoom dengan Kompas TV,
00:30satu ABK WNI yang selamat sedang mendapatkan perawatan akibat luka bakar di Oman.
00:36Insiden ini terjadi saat Selat Hormus jadi salah satu titik panas peperangan Iran dengan Amerika dan Israel sejak 28 Februari
00:45lalu
00:45dan otoritas terkait saat ini sedang melakukan penyelidikan terkait penyebab ledakan yang terjadi.
00:55Lalu kapal Mufassah II ini tiba di lokasi di dekat kapal kotena tersebut pada tanggal 6 Maret pukul 2 dini
01:05hari.
01:06Ketika melakukan persiapan, toing, kemudian terjadi ledakan di kapal takut Mufassah II tersebut.
01:16Dapat kami sampaikan bahwa kapal Mufassah II berawakan 7 ABK berasal dari Indonesia, India, dan Filipina.
01:26Yang Indonesia ada 4 ABK, dalam informasi yang kami terima, 3 masih hilang, dan 1 dalam keadaan selamat.
01:37Satu ABK yang selamat mengalami luka bakar sekitar 20% dan saat ini di rumah sakit di Kota Kasab.
01:45Jadi kalau kita melihat di peta, ini adalah enklav dari wilayah Oman yang ada di Selat Hormus.
01:52Kota Kasab itu adalah kota terdekat dari wilayah kejadian.
01:56Dan sejak awal memang sudah ditangani langsung oleh otoritas Oman.
02:00Dan saat ini tim KBRI sudah berada di lokasi dan kami terus melakukan koordinasi dengan tim KBRI Nustad.
02:10Satu dari tiga ABK UNI yang hilang merupakan warga asal Kabupaten Lubu, Sulawesi Selatan.
02:16Korban diketahui bernama Kapten Miswar Maturusi.
02:20Bekerja sebagai Kapten Kapal Takut Mufassah II.
02:23Milik perusahaan pelayaran yang beroperasi di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.
02:27Menurut pihak keluarga, Miswar telah bekerja di dunia pelayaran selama lebih dari 20 tahun.
02:33Keluarga bilang komunikasi terakhir dengan korban terjadi pada Rabu lalu.
02:36Saat itu, Miswar sempat berbicara dengan istrinya dan menyampaikan rencana pelayaran yang akan dilakukannya.
02:43Keluarga bilang bahwa mereka mendapatkan kabar hilangnya ABK dari rekan Kapten Miswar.
02:48Sedangkan belum mendapatkan informasi resmi dari pihak perusahaan.
02:58Dan itu kan, selama ini kan, Kapten Miswar ini, setahu saya, menurut informasi yang disampaikan selama ini,
03:06bahwa selama ini dia kerjanya cuma di pelebuhan, Pak.
03:08Jadi, dia kan kebawa kerabut, jadi kerjanya cuma memandu kapal yang akan masuk di pelebuhan.
03:16Harapan saya, terhadap pemerintah Indonesia, kalau bisa dibantu.
03:21Karena sampai saat ini, kami belum terima penyataan resmi dari pihak perusahaan, Pak.
03:26Jadi, setiap saya tanya ke ininya, yang Kapten Ismail itu,
03:31beliau menyampaikan bahwa sementara polisi pencarian,
03:33sementara dari pihak perusahaan belum ada penyataan resmi dari pihak perusahaannya, Pak.
03:40Selamat menikmati.
Komentar