Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Tiga anak buah kapal warga negara Indonesia yang bekerja di kapal tugboat Mufassah 2 berbendera Uni Emirat Arab hilang saat menjalani pelayaran internasional di kawasan Selat Hormuz, Timur Tengah.

Tiga dari empat ABK WNI hilang setelah kapal dilaporkan meledak dan tenggelam di Selat Hormuz pada Jumat (6/03/2026) lalu.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Uni Emirat Arab, Judha Nugraha, menyampaikan melalui sambungan Zoom dengan KompasTV bahwa satu ABK WNI yang selamat sedang mendapatkan perawatan akibat luka bakar.

Insiden ini terjadi saat Selat Hormuz menjadi salah satu titik panas peperangan Iran dengan Amerika dan Israel sejak 28 Februari lalu.

Otoritas terkait saat ini juga tengah melakukan penyelidikan terkait penyebab ledakan yang terjadi.

Baca Juga Trump Buka Opsi Kirim Pasukan Darat ke Iran, Teheran Ngaku Siap Hadapi Perang | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/internasional/655561/trump-buka-opsi-kirim-pasukan-darat-ke-iran-teheran-ngaku-siap-hadapi-perang-sapa-malam

#wni #selathormuz #kapalmeledak #timurtengah

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/655562/3-abk-wni-hilang-di-selat-hormuz-kapal-tugboat-meledak-di-tengah-konflik-iran-as-sapa-malam
Transkrip
00:00Saudara tiga anak buah kapal atau ABK warga negara Indonesia yang bekerja di kapal Tagbot Mufassah II berbendera Uni Emirat
00:08Arab hilang saat menjalani pelayaran internasional di kawasan Selat Hormus, Timur Tengah.
00:15Tiga dari empat ABK WNI ini hilang setelah kapal dilaporkan meledak dan tenggelam di Selat Hormus pada Jumat 6 Maret
00:22kemarin.
00:22Duta Besar Republik Indonesia untuk Uni Emirat Arab Yudha Nugraha menyampaikan melalui sambungan virtual zoom dengan Kompas TV,
00:30satu ABK WNI yang selamat sedang mendapatkan perawatan akibat luka bakar di Oman.
00:36Insiden ini terjadi saat Selat Hormus jadi salah satu titik panas peperangan Iran dengan Amerika dan Israel sejak 28 Februari
00:45lalu
00:45dan otoritas terkait saat ini sedang melakukan penyelidikan terkait penyebab ledakan yang terjadi.
00:55Lalu kapal Mufassah II ini tiba di lokasi di dekat kapal kotena tersebut pada tanggal 6 Maret pukul 2 dini
01:05hari.
01:06Ketika melakukan persiapan, toing, kemudian terjadi ledakan di kapal takut Mufassah II tersebut.
01:16Dapat kami sampaikan bahwa kapal Mufassah II berawakan 7 ABK berasal dari Indonesia, India, dan Filipina.
01:26Yang Indonesia ada 4 ABK, dalam informasi yang kami terima, 3 masih hilang, dan 1 dalam keadaan selamat.
01:37Satu ABK yang selamat mengalami luka bakar sekitar 20% dan saat ini di rumah sakit di Kota Kasab.
01:45Jadi kalau kita melihat di peta, ini adalah enklav dari wilayah Oman yang ada di Selat Hormus.
01:52Kota Kasab itu adalah kota terdekat dari wilayah kejadian.
01:56Dan sejak awal memang sudah ditangani langsung oleh otoritas Oman.
02:00Dan saat ini tim KBRI sudah berada di lokasi dan kami terus melakukan koordinasi dengan tim KBRI Nustad.
02:10Satu dari tiga ABK UNI yang hilang merupakan warga asal Kabupaten Lubu, Sulawesi Selatan.
02:16Korban diketahui bernama Kapten Miswar Maturusi.
02:20Bekerja sebagai Kapten Kapal Takut Mufassah II.
02:23Milik perusahaan pelayaran yang beroperasi di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.
02:27Menurut pihak keluarga, Miswar telah bekerja di dunia pelayaran selama lebih dari 20 tahun.
02:33Keluarga bilang komunikasi terakhir dengan korban terjadi pada Rabu lalu.
02:36Saat itu, Miswar sempat berbicara dengan istrinya dan menyampaikan rencana pelayaran yang akan dilakukannya.
02:43Keluarga bilang bahwa mereka mendapatkan kabar hilangnya ABK dari rekan Kapten Miswar.
02:48Sedangkan belum mendapatkan informasi resmi dari pihak perusahaan.
02:58Dan itu kan, selama ini kan, Kapten Miswar ini, setahu saya, menurut informasi yang disampaikan selama ini,
03:06bahwa selama ini dia kerjanya cuma di pelebuhan, Pak.
03:08Jadi, dia kan kebawa kerabut, jadi kerjanya cuma memandu kapal yang akan masuk di pelebuhan.
03:16Harapan saya, terhadap pemerintah Indonesia, kalau bisa dibantu.
03:21Karena sampai saat ini, kami belum terima penyataan resmi dari pihak perusahaan, Pak.
03:26Jadi, setiap saya tanya ke ininya, yang Kapten Ismail itu,
03:31beliau menyampaikan bahwa sementara polisi pencarian,
03:33sementara dari pihak perusahaan belum ada penyataan resmi dari pihak perusahaannya, Pak.
03:40Selamat menikmati.
Komentar

Dianjurkan