00:00Hina mahasiswa dengan sebutan monyet,
00:02Ajudan Gubernur Maluku Serka Larahimu, tuai kritik.
00:05Aksi kurang terpuji yang dilakukan oleh Serka Larahimu,
00:09Ajudan Gubernur Maluku Henrik Lewerisa,
00:12mendadak siral dan memicu kecaman keras dari publik.
00:16Peristiwa tersebut terjadi sesaat usai upacara peringatan HUD
00:19ke 81 Republik Indonesia di lapangan Merdeka, Ambon,
00:24pada Senin 17 Agustus 2026.
00:26Insiden bermula saat seorang mahasiswa asal Pulau Seram
00:30bernama Willy Ropena berupaya mendekati Gubernur
00:33untuk menyerahkan surat aspirasi
00:35yang menitipkan amanat dari para tetua adat manusela.
00:39Alih-alih disambut dengan baik,
00:41upaya mahasiswa tersebut justru direspon
00:43dengan lontaran kata-kata yang dinilai merendahkan.
00:47Ajudan berpangkat sersan kepala itu
00:49diduga secara eksplisit menyebut mahasiswa tersebut
00:52dengan kata monyet.
01:07Kejadian ini langsung menjadi perbincangan hangat
01:10di berbagai platform media sosial
01:12setelah akun threats at Kirinesia
01:15membagikan kronologi peristiwa tersebut
01:17hingga memancing ribuan tanggapan emosional
01:20dari warga internet.
01:21Komentar pedas langsung membanjiri media sosial
01:24di mana warga net mengecam keras sikap arogan
01:27sang pengawal pejabat publik.
01:29Banyak netizen yang mengingatkan
01:31bahwa pejabat beserta jajaran pengawalnya
01:34digaji dari pajak rakyat
01:35sehingga masyarakat yang datang membawa aspirasi
01:38seharusnya dilayani dan dihormati secara manusiawi
01:42bukan malah dihina secara verbal.
01:45Pada akhirnya,
01:46Serka Larahimu menyampaikan permohonan maaf terbuka
01:49atas ucapan tak pantas yang dikeluarkannya.
01:51Ia mengakui kekilafannya
01:54dan berdali bahwa umpatan tersebut
01:56terlontar secara spontan
01:57kepada mahasiswa yang bersangkutan
02:00di tengah situasi lapangan
02:01saat mendampingi gubernur Maluku.
02:03Terima kasih telah menonton!
Komentar