- 2 hari yang lalu
Drama series terbaru tahun 2025
Kategori
🎥
Film pendekTranskrip
00:00Terima kasih.
00:30Daripada Papa pinjem uang sama Pak Prasetyo, mendingan Papa jual mobil Papa.
00:34Usaha kamu pasti akan sia-sia, cepat atau lambat.
00:39Prasetyo itu pasti akan tahu kalau Rangga itu bukan anak kandungnya.
00:43Ini semua salah begini kan?
00:46Ini ya stand kayo, Pak.
00:47Baik, Pak.
00:53Sudah, Pak.
00:55Banyak.
00:56Terima kasih banyak ya, Pak.
00:57Sangat-sangat, Pak.
00:57Ini BPKB dan kunci mobilnya.
00:59Baik.
01:00Terima kasih, Pak.
01:00Mama.
01:02Mama.
01:32Masin dini ya, karena dini mama jadi kayak gini.
01:40Gak usah minta maaf.
01:52Dini gak salah kok.
01:56Intinya mama udah gak apa-apa.
02:01Dini gak salah.
02:04Walaupun mama sakit kayak gini, ya emang waktunya sakit aja.
02:15Dini udah boleh pulang ya.
02:19Yang penting dini sama cucu mama gak boleh capek ya.
02:25Iya emang.
02:46Maaf mbak.
02:47Maaf mbak.
02:48Abunya harus segera istirahat.
02:53Mama.
02:54Ingin pamit ya.
02:56Istirahat ya sayang.
02:58Masin pamit ya.
02:59Ya emang punggung.
03:00Enak.
03:01Ya emang punggung.
03:02Ia enak punggung.
03:03Terima kasih.
03:33Terima kasih.
04:03Bisa kebuka gitu.
04:05Tidak tahu.
04:10Nanti.
04:13Rangga.
04:22Emi.
04:24Emi di sini.
04:25Tadi Mami telpon Om Fajar.
04:28Katanya kamu sudah pulang.
04:28Mami mau bicara sama kamu.
04:34Kamu tolong antar Dini ke kamar dulu ya.
04:39Nanti saya masuk kamar dulu ya.
04:41Mama kamu apa-apa inget?
04:58Sampai nunggungin.
04:59Mau bicara apa-apa ini?
05:06Paling cuma ngomongin masalah aku.
05:09Nanti kalau misalnya dibahas tentang kamu,
05:11tidak akan aku lantain ini.
05:16Ya udah, aku temuin Mami dulu ya.
05:20Bentar ya.
05:20Ada apa, Mami?
05:31Tadi Mami bicara sama Papa kamu.
05:37Kami membahas soal masa depan pernikahan kamu dan Dini.
05:41Walaupun Pak Fajar belum bilang apa-apa.
05:47Tapi Mami minta sama kamu.
05:51Setelah Dini melahirkan,
05:54Mami kasih waktu kamu satu sampai dua bulan.
05:58Setelah itu kamu caraikan Dini.
06:09Oke.
06:11Jangan dekat-dekat.
06:31Kamu kenapa?
06:34Aku cuma hidup.
06:37Asta manis.
06:39Ya udah, jangan dekat.
06:40Atau aku beresin.
06:41Yuk, gini.
06:51Kamu kenapa nangis?
06:56Kenapa apa-apa?
06:58Dini, kamu cita sama aku.
07:00Kenapa?
07:02Kamu gak mungkin nangis di atas tiba-tiba.
07:05Kamu pasti lagi gimana-tiba sesuatu ya?
07:06Tadi kamu minta apa?
07:14Kamu minta ST ya?
07:17Bila aku bikin ini ya.
07:18Entah.
07:23Tapi Mami minta sama kamu,
07:25setelah Dini melahirkan,
07:27Mami kasih waktu kamu satu
07:28sampai dua bulan.
07:31setelah itu kamu ceraikan Dini.
07:35Rangga.
07:56Kenapa lagi, Mi?
07:58Rangga, Mami cuma mau minta kamu pikirkan baik-baik.
08:04Ini semua demi masa depan kamu, sayang.
08:08Kamu gak perlu berlarut-larut dengan masalah rumah tangga kamu.
08:12Mami apa-apa sih?
08:14Mami setengah mau perceraihan tentang aku dan Dini.
08:17Mereka akan berlarut-larut dengan masalah rumah tangga kamu, sayang.
08:32Mari pulang dulu ya.
08:47Mereka akan berlarut dengan masalah rumah tangga kamu.
09:00Mereka akan berlarut dengan masalah rumah tangga kamu.
09:02Ini lupa untuk nampak kamu.
09:03Tidak.
09:08Kenapa?
09:09Tidak mengapa.
09:21Kamu tadi dengar perbicaraan aku sama Mia.
09:27Enggak usah dimasukin ke hati.
09:31Mama memang orangnya gitu.
09:33Aku enggak akan sama sekali dengerin dia.
09:37Tapi aku takut.
09:40Kamu enggak usah takut.
09:43Kamu percaya sama aku.
09:44Yang cuma bisa misalkan kita berdua...
09:47...cuma ajal.
09:52Gimana kalau...
09:54...mama kamu terus maksa kita untuk cerai?
09:57Itu enggak akan pernah terjadi di ini.
10:01Apapun guncangannya...
10:04...aku akan lawan.
10:07Kamu enggak ingat?
10:08Sekarang kita udah di titik ini.
10:10Banyak hal yang udah aku lawan...
10:11...sampai kita sekarang ada di sini.
10:14Mami mungkin akan melawan kita.
10:17Apalagi pas ke bayi kita lahir.
10:20Tapi kamu tenang aja.
10:22Nanti aku minta tolong sama Papi Marsatio.
10:25Untuk kita bisa pindah.
10:27Dan Mami gak bisa ngincar kita lagi.
10:28Dan Mami gak bisa nyari kita.
10:29Dan Mami gak bisa nyari kita.
10:30Sampai jumpa.
10:31Sampai jumpa.
10:32Sampai jumpa.
10:33Sampai jumpa.
10:34Sampai jumpa.
10:37Sampai jumpa di video selanjutnya
11:07Sampai jumpa di video selanjutnya
11:37Sampai jumpa
12:07Sampai jumpa di video selanjutnya
12:09Sampai jumpa di video selanjutnya
12:11Sampai jumpa di video selanjutnya
12:13Sampai jumpa
12:15Sampai jumpa di video selanjutnya
12:17Sampai jumpa di video selanjutnya
12:19Sampai jumpa di video selanjutnya
12:21Sampai jumpa di video selanjutnya
12:23Sampai jumpa
12:27Sampai jumpa di video selanjutnya
12:29Sampai jumpa di video selanjutnya
12:31Sampai jumpa di video selanjutnya
12:33Sampai jumpa di video selanjutnya
12:35Sampai jumpa di video selanjutnya
12:37Sampai jumpa di video selanjutnya
12:39Sampai jumpa di video selanjutnya
12:41Sampai jumpa di video selanjutnya
12:43Sampai jumpa di video selanjutnya
12:45Sampai jumpa di video selanjutnya
12:47Sampai jumpa di video selanjutnya
12:49Sampai jumpa di video selanjutnya
12:51Sampai jumpa di video selanjutnya
12:53Bukan salah siapa-siapa.
12:55Ya sayangnya, nak.
13:00Tahu gak yang penting apa?
13:02Yang penting rangga, dini.
13:04Doain Mama.
13:05Kalau Mama sehat,
13:06Kan bisa gendong cucu terus.
13:09Yang penting,
13:11Mama sembuh, ya?
13:23Bukan.
13:25Terima kasih.
13:55Ngapain lo di sini?
13:57Soal Tante Fiona.
14:00Lo bisa bantu.
14:02Tapi itu kalau kamu mau.
14:05Dan ada syaratnya.
14:07Hak warisan Papi.
14:15Gue udah tau, pasti kedatangan lo cuma untuk itu.
14:18Transaksi dan uang.
14:21Kan aku bilang kalau kamu mau.
14:26Ya aku bisa sih ngelakuin apapun biar kamu dan mama kamu gak dapet apa-apa.
14:34Aku tinggal cari buktinya.
14:38Dan buktiin kalau semua dugaan aku bener.
14:42Udah mendingan lo gak usah kemana-mana ngomongnya.
14:48Terupoin aja.
14:51Percaya mah ya Ranga ngomong sama kamu?
14:54Bukti konkret itu emang lebih cocok untuk ngebungkam ambisi kamu dan mama kamu.
15:02Tapi Ranga, kalau kamu butuh aku buat bantuin kamu nyinkirin mama kamu.
15:16Aku bisa bantu kok.
15:18Tidak.
15:20Tidak.
15:21Tidak.
15:22Tidak.
15:23Itc.
15:36Tidak.
15:40Terima kasih.
16:03Kamu kenapa enggak beranggap?
16:08Itu siap, kan?
16:10Aku mau berangkat ke sekolah.
16:14Cuman masalahnya...
16:18Aku ninggalin kamu dong.
16:21Nanti yang jagain kamu siapa?
16:24Ya, tapi kan aku udah baik-baik aja.
16:27Aku udah enggak apa-apa kok. Udah mendingan.
16:30Udah enggak lemes.
16:32Iya, tapi...
16:33Udah lah.
16:34Papa sama Mama kan juga nanti siang pulang.
16:38Yuk, langkat.
16:40Tapi beneran, kamu enggak apa-apa aku tinggal.
16:44Iya, aku enggak apa-apa.
16:47Aku berangkat ya.
16:49Kalau misalkan kenapa-napa, perut kamu sakit, kamu mulai keram lagi, kamu muang...
16:54...telepon aku.
16:55Aku.
16:57Iya, bawel.
16:59Dadah Mama.
17:01Papa mau berangkat kerja.
17:04Berangkat sekolah kali.
17:07Oh iya.
17:08Hati Papa.
17:09Lalu sia-sia.
17:11Selama ada kebisisi nyata.
17:17Kita dua bintang di langit yang sama.
17:21Tak perlu banyak kata.
17:23Cukup rasa.
17:26Selama dunia masih berputar bersama.
17:30Ku ingin berdua.
17:35Selamanya.
17:36Dengan aku, aku melangkah ini.
17:49Aku harus nemuin sesuatu buktik di sini.
18:06Sejumlah.
18:29Selamat berjubung.
18:30Ini dia.
18:46Ini rekod medisnya, Ranggel.
18:52Golongan darah B.
18:56Tapi kan golongan darahnya A.
19:00Sisyah. Sisyah, kamu enggak rambut?
19:30Sisyah, kamu enggak rambut?
19:36Sakyah, kamu enggak rambut.
19:39Terima kasih telah menonton
20:09Terima kasih telah menonton
20:39Terima kasih telah menonton
21:09Apakah mereka ada hubungan darah atau tidak
21:12Baik bos
21:13Dan dalam waktu satu atau dua hari lagi
21:16Saya sudah mau mendapatkan hasilnya
21:19Oke siap bos, kami permisi dulu
21:21Ayo
21:22Satu langkah lagi
21:28Dan aku akan buktiin
21:31Identitas anak itu
21:34Selamat datang
21:36Johan Simparis Tunggal
21:38Kanta
21:48Halo sayang
21:50Dini
21:58Kamu itu sekarang harusnya lagi sekolah
22:00Ya kan?
22:02Kamu setelah ini
22:04Ada rencana untuk kuliah di mana?
22:06Tante kesini sengaja mau bicara sama kamu
22:12Kamu kepingin kuliah di Amerika?
22:16Atau di New Zealand?
22:20Atau yang lebih dekat di Singapura?
22:22Oh
22:24Nggak usah khawatir soal biaya
22:26Tante akan biayain kuliah kamu sampai selesai
22:30Kalau kamu mau es dua juga boleh
22:32Rangga itu suami saya
22:37Dia yang berhak untuk ngatur saya
22:40Kamu dengar ya Dini ya
22:42Rangga itu datang terpersiapkan
22:44Untuk jadi pewarisnya adikku sumo
22:46Jadi nggak ada yang bisa menghalangi itu
22:50Tapi Tante
22:52Jangan ngebantah sayang
22:55Tante itu udah mempersiapkan kamu
23:00Supaya kamu bisa mengejar cita-cita kamu
23:03Jadi kamu nggak perlu mikir Rangga lagi sayang
23:06Maksudnya?
23:09Setelah kamu lahirkan nanti
23:14Rangga akan menceraikan kamu
23:17Nggak Tante
23:18Nggak bisa
23:19Saya punya suami yang berhak untuk mengatur saya
23:23Tante nggak bisa mengatur rumah tangga saya dengan Rangga
23:27Loh
23:28Kenapa nggak bisa sayang?
23:29Tante ini ibunya loh
23:31Tante berhak dong untuk mengatur anak tante sendiri
23:34Kami berjuang keras untuk menikah
23:37Tante nggak bisa paksa kita untuk cerai
23:40Saya yakin juga Rangga tidak mau menceraikan saya
23:44Kamu jangan besar kepala sayang
23:49Kamu memang istrinya
23:54Tapi kamu nggak bisa memiliki Rangga sepenuhnya
23:57Tante yang lebih berhak atas Rangga
24:00Saya sayang
24:02Dini
24:03Tante bicara baik-baik sama kamu
24:06Tante hanya memberikan solusi terbaik untuk kalian berdua
24:12Demi masa depan kalian berdua
24:15Soal anak kamu
24:19Soal masa depan kamu
24:21Kau mau sehawat ya
24:22Semuanya biar tantein kamu
24:24Tantang
24:25Oke?
24:26Dini
24:27Sepertinya tante sudah bicara dengan sangat halus sama kamu
24:45Tapi kamu tetap menolak
24:47Kamu ingat ya sayangnya
24:52Tante bisa lakukan apapun
24:55Untuk memisahkan kalian berdua
24:57Tante yang terbaik
24:58Tante yang berdua
24:59Tante yang berdua
25:00Saya tidak akan mencari
25:01Tante yang berdua
25:02Tante yang berdua
25:03Terima kasih.
25:19Fiona?
25:21Kenapa kamu di sini?
25:27Saya ke sini mau cari anak saya, Ramja.
25:29Tapi sayangnya dia tidak ada di rumah.
25:32Jadi dirinya ditinggal sendiri?
25:36Ya begitu lah, Genzy.
25:44Dia tidak mikir kalau dia pergi itu ninggalin istrinya di rumah sendirian.
25:50Kan saya sudah bilang...
25:52...Rangga itu belum siap untuk jadi suamu.
25:56Ngomong apa sih kamu, Fiona?
25:58Kami tidak pernah memaksakan mereka untuk menikah.
26:00...kekhilafan mereka berdua yang membuat mereka ada di situasi seperti ini.
26:08Itu teorinya, Dewi.
26:10Kenyataannya...
26:12...kalian yang memaksa mereka untuk nikah.
26:18Gak usah lagi lah dibahas masalah ini.
26:20Gak ada gurai juga.
26:21Udah lewat sebuahnya.
26:22Oke, oke, oke.
26:24Ngomong-ngomong...
26:26...enak banget ya.
26:28Bisa keluar masuk propertinya Prasetyo dengan bebas.
26:32...
26:36...
26:38...
26:40...
26:42...
26:44...
26:48...
26:52...
26:54...
26:56...
26:58...
27:00...
27:04...
27:06...
27:08...
27:10...
27:20...
27:22...
27:32...
27:34...
27:35...
27:36...
27:48...
27:50...
27:52...
28:40nosso
28:42...
28:46Speakerjana 있는
28:48...
28:50...
28:52...
28:54...
28:56Saya,
28:58...
29:00...
29:02...
29:04...
29:05...
29:06...
29:07Tidak, Pak.
29:10Kamu cerita sama Papa kalau Tante Fiona ngomong nggak enak sama kamu.
29:21Iya.
29:26Oh, iya.
29:28Kamarnya udah siap buat nanti Papa sama Mama.
29:32Ranga udah bersihin semalam.
29:34Ya udah, Papa mau aku bawa dulu.
29:37Mau bicara sama Tante Fiona.
30:05Ngomong apa kamu sama anak aku, Dini?
30:16Anak kamu itu Ranga.
30:19Bukan Dini, Fajar.
30:21Gue usah nggak bahas masalah itu sekarang.
30:24Kamu jujur sama aku.
30:26Kamu ngomong apa sama Dini?
30:28Aku nggak ngomong apa-apa.
30:30Aku cuma nawarin dia beasiswa.
30:32Dan jaminan untuk masa depan dia.
30:35Kalau dia mau menceraikan Ranga.
30:38Keterlaluan kamu mau misahkan mereka.
30:51Fajar.
30:54Aku ibunya Ranga.
30:57Aku berhak menentukan anakku sendiri.
31:00Aku juga bapakan dunia Ranga.
31:04Yang kehilangan haknya sebagai bapaknya.
31:09Sekarang kamu keluar dari sini.
31:12Pergi kamu.
31:13Oke, oke.
31:15Aku akan pergi.
31:17Tapi kamu ingin satu hal.
31:19Aku akan melakukan apapun.
31:21Untuk memisahkan mereka.
31:23Ya.
31:49Papi.
31:53Apa ini, Johan?
31:59Ini medical recordnya Ranga.
32:01Papi ingat kan?
32:03Waktu Ranga umur 10 tahun,
32:05dia pernah transfusi darah karena DPD.
32:08Terus dirawat seminggu.
32:09Di rumah sakit.
32:11Iya.
32:14Papi ingat.
32:15Terus kenapa?
32:17Papi pasti nggak nyangka.
32:18Ada hal vital di medical record ini.
32:23Maksud kamu itu apa sih, Johan?
32:37Maksudnya, Johan...
32:39Kayaknya Tante Fiona selama ini dia nyembunyi sesuatu dari Papi.
32:43Coba Papi cek golongan darahnya Ranga.
32:48Golongan darah B?
32:49Iya.
32:50Golongan darahnya Ranga itu B versus positif.
32:57Jadi maksud kamu...
32:59Golongan darah Papi sama Ranga itu beda?
33:02Ya, Papi nggak pernah tahu hal ini, kan?
33:07Johan...
33:08Kalau dukungin di kertas kayak gitu bisa aja salah.
33:13Jelas-jelas Ranga itu anak Papi sama Tante Fiona.
33:17Papi itu kan transfusi darah.
33:19Kalau transfusi darah nggak mungkin salah.
33:21Kalau sampai salah artinya mereka tuh malpraktik, Pi.
33:24Maksud Johan, Pi, harusnya Papi curiga sama data ini.
33:41Bisa aja emang Ranga anaknya Tante Fiona.
33:45Tapi...
33:48Bukan...
33:49Sama Papi.
33:50Sama Papi.
34:00Dini...
34:02Baik-baik aja kan?
34:03Kamu diapain sama Mami?
34:09Kalau kamu diim aja aku juga nggak akan tahu Dini.
34:13Kamu cerita sama aku.
34:15Kamu diapain sama Mami?
34:18Mama kamu suruh kita pisah.
34:22Karena kamu juga bakal ninggalin aku.
34:24Terus dia bilang apa lagi?
34:32Dia bilang kalau...
34:35Kita harus pisah demi masa depan kamu.
34:38Dan dia bakal janjiin beasiswa kuliah untuk aku di luar negeri.
34:42Dia bilang dia bakal lakuin apapun untuk ngisahin kita.
34:45Ya lebih baik aku ngomong sama Mami sekarang ya.
34:47Enggak, jangan.
34:48Aku harus ngomong sama dia, Dini.
34:50Ranga, nggak usah. Ranga.
34:51Ranga.
34:53Mereka kenapa, Pak?
34:54Kamu ngomongnya teriak-teriak kayak gitu ya?
34:58Ranga!
35:00Kamu di sini aja.
35:01Biar mau pengen ke atas.
35:06Ranga.
35:07Mami Fiona udah keteluruan, Pak.
35:08Aku nggak bisa kayak gini.
35:09Enggak.
35:21Ayo, jangan tinggal.
35:34Ini?
35:36Pak.
35:38Ranga ke mana, Pak?
35:39Ranga pergi nemuin Mamanya.
35:43Papa kenapa nggak tahan?
35:46Papa tadi udah mau coba tahan dia, tapi dia bersikeras mau ketemu sama Mamanya.
35:52Kamu udah cerita ke Ranga.
35:55Diklatan marah banget sama Tante Fiona.
35:58Ya.
35:59Semoga Ranga masih bisa mengkontrol emosinya aja.
36:05Ah, nggak nangis.
36:10Mami!
36:11Mi!
36:12Sayang, kamu datang juga?
36:23Apa maksud Mami ngomong gitu ke Dini?
36:26Sayang, kok kamu datang langsung marah-marah sih?
36:32Mami pikir kamu mau mempertimbangkan apa yang Mami bilang.
36:36Mami nggak pantas mengintibinasi Dini dengan kata-kata Mami.
36:38Hanya untuk kemauan Mami.
36:42Itu nggak bisa, itu egois, Mami.
36:44Mati perasaan aku sama Dini.
36:46Sayang,
36:48Mami cuma ngasih solusi women.
36:51Nggak ada yang kalah, nggak ada yang menang, sayang.
36:53Yang Mami bilang, itu belum tentu baik buat Dini.
36:59Itu hanya karena Dini itu nggak mau pisah sama kamu.
37:03Mi, aku sama Dini udah suami istri.
37:06Emangnya baik?
37:07Kalau misalkan Mami menginginkan perceraian aku sama Dini.
37:11Ranga, kamu harus sadar, sayang.
37:13Pernikahan kalian itu terjadi karena keadaan.
37:19Dan kamu, kamu nggak bilang sama Mami kalau kamu mau nikah.
37:25Aku nggak ada kewajiban untuk minta izin sama Mami.
37:28Ranga, Mami ini adalah ibu kamu.
37:36Jaga bicara kamu, sayang.
37:43Semenjak Mami pergi,
37:45Ranga udah kehilangan sosok ibu.
37:48Dan sekarang Mami datang.
37:51Untuk ngatur-ngatur ini semua.
37:52Itu nggak bisa, Mami.
37:53Dan Ranga nggak berhak untuk minta izin sama Mami atas pernikahan Ranga dengan Dini.
38:09Anakku sudah berani mengajakku perang.
38:12Lihat aja nantinya siapa yang akan jadi korban.
38:23Aku tadi ketemu Mami Fiona.
38:38Semua udah beres.
38:40Terus?
38:42Pokoknya apapun yang Mami ucapin sama kamu.
38:44Jangan pernah kamu dengar.
38:46Karena dia sama sekali nggak akan pernah bisa mensayang kita berdua.
38:48Kita itu nikah bukan karena paksaan.
38:55Cuma karena arogansi Mami.
38:58Niat untuk benar-benar memisahkan kita berdua.
39:02Itu nggak akan pernah terjadi.
39:08Aku juga nggak mau semua itu terjadi.
39:18Siang, Bu.
39:38Siang, Bu.
39:44Awasi mereka.
39:45Di mana pun mereka berada.
39:47Namporkan ke saya.
39:48Siap.
39:51Satu lagi.
39:52Dia anak diri saya.
39:54Awasi dia juga.
39:55Siap, Bu.
39:57Permisi.
40:15Rangga.
40:21Rangga.
40:23Udah lama kamu di sini?
40:24Iya, Pih.
40:26Mau ketumpu api?
40:27Iya.
40:28Yaudah, ayo masuk.
40:29Kayak di rumah siapa aja.
40:32Rangga di luar aja, Pih.
40:34Oke, yuk.
40:41Gimana sekolah kamu?
40:42Bisa kamu bagi waktu antara sekolah dan ngurus keluarga.
40:49Kalau itu harus bisa, Pih.
40:53Bagus.
40:55Eh, terus kamu punya rencana apa buat masa depan kamu?
40:59Rencana Papa Fajar mau buka lagi usaha kafe-nya.
41:03Cuma untuk kali ini semua yang kelola itu Rangga.
41:07Karena udah lama tutip juga semenjak Papa Fajar pindah ke Sukabumi.
41:12Butuh modal berapa?
41:13Enggak, Pih. Untuk kali ini Rangga pengen coba pakai modal Rangga sendiri.
41:17Ya, kan itu papi yang mau biar Rangga bisa mendiri.
41:20Bisa aja emang Rangga anaknya Tante Fiona.
41:28Tapi bukan sama papi.
41:33Aku gak mungkin menanyakan ini sama Rangga.
41:40Papi.
41:42Papi diam aja.
41:43Papi lagi mikirin kerjaannya.
41:45Oh.
41:50Rangga.
41:53Mami kamu ada cerita sesuatu gak sama kamu?
41:56Cerita apa?
41:58Ya, cerita apa aja.
42:01Tentang masa depan kamu atau masa lalu.
42:15Enggak, Pih. Malah kemarin Rangga ketemu sama Mami.
42:21Mami malah mengintimidasi Dini.
42:25Dan Mami tuh ingin banget perceraian aku dengan Dini.
42:29Dia bilang begitu sama Dini?
42:34Iya, Pih.
42:35Iya, Pih.
42:41Yaudah kalau gitu nanti papi akan carikan kalian rumah yang baru.
42:45Rumah yang Mami kamu gak akan tahu alamatnya.
42:49Lagian emang kalian harus segera pindah dari rumah papi yang lama.
42:54Iya, Pih. Makasih banyak.
42:58Yaudah kalau gitu Rangga pulang, ya Pih.
43:01Takut papi telat.
43:02Oke.
43:04Kamu hati-hati di jalan ya.
43:06Kalau butuh apa-apa, hubungin papi.
43:09Iya, Pih.
43:18Rangga, kamu punya planning apa buat kafe papi?
43:23Ini, Pak. Aku udah siapin konsepnya.
43:26Wah, coba gue liat nih.
43:38Konsepnya memang arahnya ke arah-arah Gen Z.
43:41Jadi kesenggaknya kafe kita untuk bisa jadi tempat nongkrongan anak Gen Z sampai sekarang.
43:45Jadi konsepnya menarik sih.
43:46Tapi untuk membuat itu kita semua butuh waktu, Pak.
43:49Untuk renovasi semua kafe kita.
43:52Ya gak apa-apa.
43:54Selama konsepnya dan juga planningnya bagus,
43:59Papa akan dukung.
44:00Hai, Tante Fiona.
44:16Hai, Tante Fiona.
44:21Hai.
44:22Aduh, sayang.
44:23Kamu datangnya di saat yang gak tepat.
44:25Tante sibuk banget.
44:27Kamu pasti mau main-main, kan?
44:30Main-mainnya jangan sekarang, ya?
44:32Tante.
44:33Tante ngaku aja.
44:35Rangga itu sebenernya bukan anak kandung papi peras, kan?
44:40Tante bisa liat sendiri.
44:42Golongan darahnya Rangga aja beda sama papi.
44:52Tante sudah bilang kan?
44:53Tadi Tante udah bilang kan, main-mainnya jangan sekarang.
45:23Jangan ngarang.
45:53Masya Allah, mudah-mudahan sukses.
46:12Amin.
46:14Kalo gitu langsung aja semuanya yuk.
46:16Silahkan, silahkan, silahkan.
46:17Ayo, ayo, ayo.
46:19Wah, akhirnya jadi juga.
46:22Hebat, bagus.
46:24Ini bos hasil tes denanya.
46:39Positif.
46:51Rangga bukan anaknya papi.
46:54Halo.
47:06Hai, Tante Siona.
47:08By the way.
47:11Aku punya kabar buruk buat Tante.
47:15Kabar buruk apa, sayang?
47:18Aku udah ngelakuin tes DNA dari sampel rambutnya Rangga dan juga papi.
47:27Maksudnya apa, cantik?
47:29Tante mau tau hasilnya.
47:31Hasilnya?
47:33Rangga bukan anak kandung papi.
47:37Iya kan, Tante?
47:47Itu nggak benar.
47:49Sayang.
47:50Kamu nggak boleh menyebar fitnah yang nggak mendasar.
47:55Oke?
47:58Tante, Tante.
48:00Mana ada hasilnya ngarang?
48:03Kalau Tante nggak percaya, coba Tante buka mesej di HP Tante.
48:07Aku udah kirim sesuatu.
48:20Ini nggak bisa dibiarin.
48:25Aku harus mencegah jual sebelum ketemu pres.
48:33Pernikahan ini bukan cintanya yang terlarang
48:44Hanya waktu saja belum tepat
48:48Merasakan semua
48:53Pernikahan ini sebaiknya janganlah terjadi
49:00Namun putih cinta membuktikan
49:04Dua insan tak dapat dipisahkan
49:21Pak, panel listrik rusak ada petikan api.
49:25Jadi...
49:26Janin Ibu Dini harus dikeluarkan melalui tindakan operasi.
49:29Kami hanya bisa menyelamatkan anaknya atau ibunya.
49:32Atau kemungkinan keduanya tidak bisa selamat.
49:37Gimana, Pak?
49:38Udah ada kabar dari Rangga?
49:40Pasti belum diangkat handphonenya.
49:42Kemana sih ini anak?
49:46Ibu Andini mengalami pendarahan yang cukup berat.
49:49P Sindapa .
49:57Jangan lupa
Komentar